Rabu, 29 April 2026

Baznas RI Dan Dompet Dhuafa Perkuat Tata Kelola ZIS Nasional Berkelanjutan

Baznas RI Dan Dompet Dhuafa Perkuat Tata Kelola ZIS Nasional Berkelanjutan
Baznas RI Dan Dompet Dhuafa Perkuat Tata Kelola ZIS Nasional Berkelanjutan

JAKARTA - Penguatan sistem pengelolaan zakat nasional kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya kebutuhan transparansi dan dampak nyata bagi masyarakat. 

Kolaborasi antar lembaga dinilai menjadi kunci untuk menciptakan tata kelola zakat yang lebih profesional, terukur, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Langkah konkret ini ditunjukkan melalui sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Dompet Dhuafa. Keduanya berupaya menyatukan visi dalam mengembangkan ekosistem zakat nasional agar mampu memberikan kontribusi lebih luas terhadap kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

Baca Juga

Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui Masyarakat

Kolaborasi Strategis Perkuat Ekosistem Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Dompet Dhuafa memperkuat ekosistem zakat nasional melalui transformasi pengelolaan yang lebih profesional dan terukur.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi yang dilakukan oleh jajaran pengurus Dompet Dhuafa di Kantor Baznas RI, Jakarta, Rabu (8/4).

"Kami mengapresiasi kehadiran teman-teman Dompet Dhuafa di kantor Baznas RI, karena selama ini pikiran dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) memang sering kali lebih maju. Kita harus terus melanjutkan kolaborasi ini, mulai dari diskusi strategi hingga program agar memberikan dampak yang lebih nyata bagi bangsa Indonesia," kata Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara berbagai lembaga zakat dalam meningkatkan efektivitas program yang dijalankan.

Transformasi Pengelolaan Zakat Modern

Sodik menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi besar dalam pengelolaan zakat nasional melalui penyelarasan konsep asnaf ke dalam dimensi pembangunan modern.

Ia menyebut pihaknya juga akan fokus pada standardisasi ukuran keberhasilan program yang mengacu pada data statistik nasional seperti yang diterapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Pendekatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak pembangunan yang nyata.

Sodik menyebut kolaborasi ini direncanakan akan tertuang dalam peta jalan dan strategi lima tahun ke depan, yang mencakup program tahunan sebagai panduan bersama bagi seluruh organisasi pengelola zakat di Indonesia.

Penyesuaian Konsep Asnaf Dengan Pembangunan

"PR kita adalah mentransformasi bagaimana konsep delapan asnaf itu, menjadi konsep-konsep kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Contohnya, ibnusabil/fisabilillah, tidak cukup hanya dakwah dan advokasi, mungkin lebih tepat masuk dalam pembangunan umat," ujarnya.

Sodik juga menyoroti pentingnya standardisasi penyaluran zakat agar setiap program memiliki dampak yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan syariah.

Ia mendorong agar pengelolaan zakat tidak lagi hanya bersifat bantuan karitatif, melainkan harus diturunkan ke dalam indikator-indikator keberhasilan yang konkret dan terukur.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas sekaligus memperluas manfaat zakat bagi masyarakat luas.

Penguatan Sinergi Antar Lembaga Zakat

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini menyebut pertemuan ini dilakukan untuk memperkuat sinergi tata kelola zakat nasional setelah penetapan pimpinan Baznas periode 2026-2031.

Ia menekankan pentingnya pembagian wilayah kerja yang lebih operasional, seperti pemetaan penyaluran beasiswa pendidikan agar jangkauan manfaat zakat menjadi lebih luas dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sinergi ini dinilai sangat penting untuk menghindari tumpang tindih program serta memastikan distribusi bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Selain itu, koordinasi yang baik antar lembaga juga akan mempercepat pencapaian target pengentasan kemiskinan melalui optimalisasi dana zakat.

Arah Kebijakan Zakat Lebih Terukur Dan Berdampak

Melalui kolaborasi ini, diharapkan tata kelola zakat nasional dapat semakin berkembang ke arah yang lebih profesional dan berbasis data. Penggunaan indikator statistik menjadi fondasi penting dalam mengukur keberhasilan program secara objektif.

Pendekatan berbasis data juga memungkinkan evaluasi yang lebih akurat terhadap efektivitas penyaluran zakat. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat.

Ke depan, sinergi antara Baznas RI dan Dompet Dhuafa diharapkan mampu menjadi contoh kolaborasi yang solid dalam pengelolaan zakat nasional. Langkah ini sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Transisi Energi Sumba: PLN Targetkan Listrik Hijau di Pedalaman

Transisi Energi Sumba: PLN Targetkan Listrik Hijau di Pedalaman

BII Kucurkan 1,1 Miliar Poundsterling demi Transisi Energi Asia

BII Kucurkan 1,1 Miliar Poundsterling demi Transisi Energi Asia

Alasan Honda PCX Electric Tetap Menggunakan Aki Meski Berbaterai

Alasan Honda PCX Electric Tetap Menggunakan Aki Meski Berbaterai

Toyota Gandeng CATL Produksi Baterai Hybrid di Indonesia 2026

Toyota Gandeng CATL Produksi Baterai Hybrid di Indonesia 2026

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tidak Mengganggu Sektor UMKM

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tidak Mengganggu Sektor UMKM