Komitmen PGEO Dukung Transisi Energi Lewat Praktik Keberlanjutan
- Jumat, 15 Mei 2026
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) senantiasa memperkuat perannya dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia serta Nationally Determined Contribution (NDC) melalui penyediaan energi rendah karbon.
Walaupun fokus bisnis utamanya sudah di sektor energi hijau, emiten dengan kode PGEO ini tetap konsisten dalam melakukan berbagai inisiatif efisiensi energi serta reduksi emisi di seluruh operasionalnya sebagai wujud praktik berkelanjutan.
Direktur Operasi PGEO, Andi Joko Nugroho, menjelaskan bahwa konsistensi dalam menerapkan praktik keberlanjutan adalah kunci utama untuk menjamin pengembangan panas bumi yang andal, efisien, dan memiliki daya saing.
Baca JugaKolaborasi Strategis Jateng-Australia untuk Pembangunan Berkelanjutan
"Seluruh implementasi keberlanjutan PGEO dijalankan secara transparan dengan mengacu pada standar pelaporan global," kata Andi, dikutip Kamis (14/5/2026).
Merujuk pada Laporan Keberlanjutan 2025, PGEO sukses mencatatkan penghematan energi hingga 90.502,28 MWh pada tahun yang lalu.
Pencapaian tersebut meningkat pesat jika dibandingkan dengan hasil tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 40.058,77 MWh.
Kenaikan efisiensi ini dipicu oleh optimalisasi operasional di sejumlah wilayah kerja, seperti aksi debottlenecking di Area Ulubelu, optimalisasi vacuum pump, hingga modifikasi katup kontrol di Lumut Balai guna mengurangi uap yang terbuang.
Di samping itu, perseroan terus melakukan inovasi, termasuk penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) guna memenuhi kebutuhan internal di kantor maupun fasilitas operasional.
Pada sisi lainnya, PGEO melaporkan penurunan rasio intensitas energi sebesar 10,10% menjadi 0,037 MWh/MWh sepanjang tahun 2025.
Level penggunaan energi terbarukan di dalam kegiatan operasional perusahaan juga tetap terjaga stabil pada angka 94,36%.
Terkait aspek pengelolaan emisi, intensitas emisi PGEO berada di angka 41,12 g CO2e/kWh, angka yang jauh di bawah batas ambang Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia yakni 100 g CO2e/kWh.
Secara total, kapasitas operasi panas bumi yang dimiliki perusahaan telah menyumbang pada penghindaran emisi lebih dari 4,29 juta ton CO2e selama tahun 2025.
Selain memberikan perhatian pada energi, PGEO juga memperkokoh manajemen limbah non-B3 lewat skema 4R dan sukses memangkas konsumsi air hingga 33,31% pada tahun 2025.
Perusahaan pun mulai menjajaki pengembangan ekosistem green hydrogen serta potensi green data center sebagai solusi dekarbonisasi di berbagai sektor.
Hasil kinerja ESG yang impresif ini mengantarkan PGEO meraih skor Sustainalytics sebesar 7,1, yang menempatkan perseroan dalam kelompok Top 50 ESG Global.
Andi menegaskan bahwa pengembangan panas bumi bukan sekadar tentang menyediakan energi bersih, namun juga terkait operasional yang penuh tanggung jawab serta memberi dampak positif bagi lingkungan dan warga.
"Karena itu, penguatan praktik ESG dan implementasi operasi berkelanjutan akan terus menjadi prioritas perseroan ke depan,” kata Andi.
"Sebagai energi baru terbarukan, panas bumi merupakan energi baseload andal yang mampu menghasilkan listrik stabil selama 24 jam tanpa bergantung pada cuaca maupun impor bahan bakar. Karakteristik ini menjadikan panas bumi berperan penting dalam mendukung transisi energi rendah emisi sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional," pungkasnya.
Hingga saat ini, PGEO mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 MW.
Angka tersebut berkontribusi sekitar 70% dari seluruh kapasitas panas bumi yang ada di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi menyentuh 10 juta ton CO2 per tahun.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












