Senin, 18 Mei 2026

Dampak Fast Charging pada Baterai Mobil Listrik Menurut Ahli

Dampak Fast Charging pada Baterai Mobil Listrik Menurut Ahli
Dampak Fast Charging (FOTO: NET)

YOGYAKARTA - Penggunaan fitur pengisian daya cepat atau fast charging menjadi solusi praktis bagi pemilik kendaraan listrik untuk mempersingkat waktu tunggu.

Namun, muncul kekhawatiran di kalangan pengguna mengenai potensi kerusakan permanen pada komponen baterai akibat tingginya arus listrik yang masuk.

Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada, Jayan Sentanuhady, menjelaskan bahwa pemilik kendaraan tidak perlu merasa cemas berlebihan.

Baca Juga

Monopoli dan Ilusi Transisi Energi Hijau di Indonesia

Dilansir dari Otomotif, pengisian cepat tidak secara langsung merusak komponen penyimpanan energi tersebut.

"Fast charging tetap dibutuhkan, terutama di tempat-tempat umum atau saat kondisi darurat, tapi ini tak boleh terlalu sering, sesekali harusnya masih aman agar usia pakai baterai tetap awet," ucap Jayan.

Kenaikan suhu yang signifikan menjadi faktor utama yang mempercepat penurunan kualitas sel baterai saat menggunakan pengisian daya tinggi.

Arus listrik yang besar secara otomatis memicu panas yang jika terjadi terus-menerus akan berdampak pada kesehatan baterai jangka panjang.

"Bila baterai sering panas, maka sel baterai akan cepat rusak, sehingga kesehatannya menurun, jarak tempuhnya jadi lebih pendek," ucap Jayan.

Strategi pengisian daya yang tepat sangat disarankan bagi pengguna harian agar tidak hanya mengandalkan fasilitas publik yang bersifat instan.

Pengaturan jadwal pengisian dapat membantu menjaga kestabilan suhu dan efisiensi energi.

"Misal, mobil akan dipakai beberapa hari ke depan, maka sejak hari ini, konsumen bisa mengecas baterai dengan arus listrik rendah, sehingga pas hari H baterai penuh dan tak mengalami panas," ucap Jayan.

Metode pengisian lambat atau normal charging dinilai jauh lebih efektif dalam mempertahankan performa dan memperpanjang masa pakai baterai dibandingkan penggunaan fast charging yang berulang.

Selain itu, infrastruktur pendukung kini juga mulai beralih untuk mempercepat layanan bagi pengendara.

Pandangan berbeda disampaikan oleh Iqbal Taufiqurrahman selaku Product Planning and Strategy GAC Indonesia yang menyebutkan bahwa kendaraan modern telah dirancang untuk menghadapi skenario tersebut.

Sistem otomasi internal berperan penting dalam menjaga parameter keamanan listrik.

"Mobil listrik saat ini sudah dibekali Battery Management System atau BMS yang berfungsi mengatur dan melindungi baterai, mulai dari pengisian daya, suhu, hingga tekanan listrik. Jadi fast charging berulang itu aman selama sistem bekerja normal," katanya.

BMS bekerja sebagai unit pengontrol yang menyesuaikan kecepatan arus berdasarkan kondisi aktual baterai.

Jika terdeteksi panas berlebih, sistem akan secara otomatis membatasi daya yang masuk untuk melindungi integritas sel dari kerusakan.

Efektivitas pengisian cepat juga sangat bergantung pada jenis teknologi pendinginan yang diterapkan pada kendaraan.

Penggunaan cairan pendingin dianggap lebih unggul dalam menjaga stabilitas temperatur dibandingkan sistem pendingin udara konvensional.

"Mobil listrik dengan liquid cooling system memiliki keunggulan karena mampu menjaga suhu baterai tetap stabil meski fast charging dilakukan berulang, terutama saat perjalanan jauh dan cuaca panas," kata Iqbal.

Kemampuan menyerap panas yang lebih baik pada sistem liquid cooling meminimalisir risiko panas berlebih (overheating).

Hal ini menjadikan mobil dengan spesifikasi tersebut lebih tangguh untuk digunakan dalam mobilitas jarak jauh atau perjalanan mudik.

"Kalau dilakukan dengan benar, fast charging bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Justru yang penting adalah perencanaan perjalanan, memilih SPKLU yang sesuai, dan memberi jeda agar sistem kendaraan bekerja optimal," ucapnya.

David Ilham

David Ilham

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Transisi Energi Terlambat, Ketahanan Energi RI Rentan Guncangan

Transisi Energi Terlambat, Ketahanan Energi RI Rentan Guncangan

PLN Rampungkan Perbaikan Komponen GI Ropa demi Listrik Flores

PLN Rampungkan Perbaikan Komponen GI Ropa demi Listrik Flores

Krisis Selat Hormuz Jadi Alarm Bahaya Ketahanan Energi Indonesia

Krisis Selat Hormuz Jadi Alarm Bahaya Ketahanan Energi Indonesia

Bahaya! Jalan Umum Pelintasan Hauling Nikel di Siuna Licin dan Rusak

Bahaya! Jalan Umum Pelintasan Hauling Nikel di Siuna Licin dan Rusak

Permintaan Fast Charging Melonjak, BYD Alami Kendala Pasokan Baterai

Permintaan Fast Charging Melonjak, BYD Alami Kendala Pasokan Baterai