Senin, 18 Mei 2026

Bahaya! Jalan Umum Pelintasan Hauling Nikel di Siuna Licin dan Rusak

Bahaya! Jalan Umum Pelintasan Hauling Nikel di Siuna Licin dan Rusak
Bahaya! Jalan Umum Pelintasan Hauling (FOTO: NET)

BANGGAI - Keadaan pada beberapa titik pelintasan jalan hauling kepemilikan perusahaan tambang nikel di area Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, semakin mengkhawatirkan.

Bagian atas jalan yang menjadi licin lantaran lumpur serta genangan air mulai dikeluhkan oleh warga, begitu pula para pengguna jalan yang melewatinya saban hari.

Keadaan ini dianggap berisiko mengancam keselamatan para pengendara, khususnya ketika hujan turun dengan curah yang tinggi.

Baca Juga

Monopoli dan Ilusi Transisi Energi Hijau di Indonesia

Sejumlah titik bahkan dinyatakan rawan mengakibatkan kendaraan selip, lantaran badan jalan yang beraspal dan sebagian lapisan tanah terbaur material hauling atau tanah merah menumpuk di badan jalan.

Masyarakat setempat menyatakan keadaan itu telah terjadi dalam kurun waktu belakangan ini.

Kegiatan kendaraan operasional milik perusahaan yang lewat hampir tiada henti dinyatakan menjadi salah satu pemicu jalan lekas rusak dan berubah licin, apalagi saat musim penghujan seperti sekarang.

“Kalau hujan turun, titik pelintasan hauling perusahaan tambang nikel jadi sangat licin. Jalan umum seperti lumpur semua. Motor sering oleng bahkan sampai terjatuh saat melintas,” ujar Mohammad Nur, salah seorang pengguna jalan kepada awak media ini, Minggu (17/05/2026).

Bukan cuma pengendara roda dua, para sopir kendaraan roda empat pun diimbau untuk lebih waspada saat melewati rute tersebut.

Titik ruas jalan yang licin berisiko memicu kendaraan tergelincir masuk ke kubangan yang berada di sisi kanan dan kiri jalan umum itu.

Masyarakat menginginkan pihak perusahaan selekasnya melakukan tindakan penanganan yang serius, mulai dari pengerasan jalan, pembersihan sisa lumpur, hingga pemantauan berkala pada titik pelintasan yang dinilai rawan kecelakaan.

Bahkan tiap-tiap perusahaan diharapkan seyogianya membangun jembatan di atas pelintasan jalan umum tersebut.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) lewat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah (Sulteng) selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat, serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Banggai.

Turut didesak untuk turun tangan melaksanakan pemantauan yang ketat dan tegas, supaya kegiatan hauling perusahaan tidak menyepelekan keselamatan masyarakat pengguna jalan umum.

Apabila keadaan ini terus didiamkan tanpa adanya penanganan yang lekas, warga cemas risiko kecelakaan lalu lintas di jalan lingkar area kepala burung melewati Desa Siuna bakal kian melonjak, terkhusus pada malam hari serta saat curah hujan tinggi.

David Ilham

David Ilham

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Transisi Energi Terlambat, Ketahanan Energi RI Rentan Guncangan

Transisi Energi Terlambat, Ketahanan Energi RI Rentan Guncangan

PLN Rampungkan Perbaikan Komponen GI Ropa demi Listrik Flores

PLN Rampungkan Perbaikan Komponen GI Ropa demi Listrik Flores

Krisis Selat Hormuz Jadi Alarm Bahaya Ketahanan Energi Indonesia

Krisis Selat Hormuz Jadi Alarm Bahaya Ketahanan Energi Indonesia

Permintaan Fast Charging Melonjak, BYD Alami Kendala Pasokan Baterai

Permintaan Fast Charging Melonjak, BYD Alami Kendala Pasokan Baterai

Dampak Fast Charging pada Baterai Mobil Listrik Menurut Ahli

Dampak Fast Charging pada Baterai Mobil Listrik Menurut Ahli