Selesai Tugas di SKK Migas Kalsul, Warisan Azhari Idris Dipuji
- Senin, 18 Mei 2026
BALIKPAPAN - Rekam jejak panjang pengabdian di ranah energi nasional menempatkan nama Azhari Idris selaku salah satu tokoh yang tidak cuma berfokus membangun sektor industri, melainkan juga menanamkan fondasi dedikasi yang kuat bagi masa depan pengembangan sumber daya manusia di wilayah Kalimantan Timur.
Atmosfer penuh keharuan serta penghormatan tinggi mewarnai jalannya agenda perpisahan dirinya yang secara resmi menyelesaikan masa bakti setelah mengarungi kurun waktu lebih dari dua dekade mengabdi di sektor industri hulu migas tanah air.
Pertemuan pelepasan tersebut diselenggarakan secara hangat dan sarat akan nuansa kekeluargaan di Café Lim Kok Tong Kopi Tiam, Balikpapan Baru, Jumat (15/05/2026).
Baca JugaKKP dan PLN Sinergi Tata Ruang Laut Demi Infrastruktur Listrik
Momen berharga tersebut turut dihadiri oleh jajaran insan pers, rekan sejawat, serta deretan mitra strategis industri migas Kalimantan Timur yang selama ini setia mendampingi jalannya roda karier profesionalnya.
Dalam kondisi yang dipenuhi rasa emosional, Azhari Idris mengutarakan bahwa wilayah Kalimantan Timur menyimpan tempat tersendiri yang amat istimewa dalam lintasan perjalanan kehidupannya.
Bagi dirinya pribadi, kawasan ini bukan sekadar menjadi lokus penugasan kerja semata, melainkan menjelma sebagai ruang pengabdian yang melekat erat dengan dinamika keluarga serta prinsip-prinsip hidup yang ia pupuk selama bertahun-tahun. “Saya punya kesan luar biasa. Daerah ini tidak akan pernah saya lupakan,” ujarnya dengan nada penuh haru.
Silsilah karier Azhari di Balikpapan diawali pada tahun 2001 silam saat dirinya bergabung dengan Unocal Indonesia.
Pengalaman mengemban tugas di wilayah Jakarta serta Aceh kian mempermatang kapabilitas kepemimpinannya, hingga pada akhirnya ia kembali dipercaya memegang amanah strategis guna menakhodai posisi puncak di SKK Migas Kalsul pada tahun 2021.
Di bawah arahannya, SKK Migas Kalsul tidak cuma menitikberatkan fokus pada aspek peningkatan volume produksi energi, melainkan aktif menstimulasi pertumbuhan andil daerah dalam sistem tata kelola industri strategis skala nasional.
Azhari dikenal sangat konsisten dalam membuka ruang partisipasi bagi jajaran perusahaan daerah serta BUMD agar sanggup memegang peranan yang lebih masif dalam pengelolaan rantai bisnis hulu migas.
Menurut pandangannya, daerah yang bertindak sebagai penghasil energi idealnya tidak boleh sekadar menjadi penonton pasif di tengah melimpahnya potensi kekayaan alam yang dimiliki, melainkan wajib ikut mereguk stimulus ekonomi lewat andil nyata dalam ekosistem industri migas nasional.
Oleh sebab itu, beragam program asistensi serta pendampingan terhadap BUMD intensif digulirkan agar sanggup mendongkrak kapasitas serta daya saing dalam mengarungi proyek-proyek migas di Kalimantan Timur.
Akan tetapi di luar urusan ekspansi industri, atensi terbesar dari seorang Azhari justru dicurahkan pada akselerasi mutu kualitas manusia di daerah.
Salah satu program yang menuai banyak pujian sepanjang masa kepemimpinannya adalah inisiasi pelatihan las industri yang menyasar putra-putri daerah dari latar belakang keluarga prasejahtera.
Lewat program sosial tersebut, puluhan kontestan secara berkala diberangkatkan menuju Batam guna mendapatkan pembekalan materi serta sertifikasi keahlian industri bertaraf profesional.
Imbas positifnya, sebagian besar lulusan kompetisi ini sanggup langsung terserap masuk ke dalam bursa kerja, bahkan beberapa di antaranya sukses memikat perusahaan internasional berskala global di Singapura. “Hampir seratus persen langsung terserap kerja. Bahkan ada yang direkrut perusahaan di Singapura. Kami ingin anak daerah menjadi profesional dan pemimpin industri masa depan,” tegasnya.
Bagi seorang Azhari, bentuk investasi paling bernilai dari suatu daerah bukanlah bertumpu pada eksploitasi kekayaan alamnya semata, melainkan pada pembentukan fondasi sumber daya manusia yang mumpuni, terampil, serta memiliki daya saing global.
Doktrin pemikiran inilah yang bertransformasi menjadi pilar utama dalam perumusan beraneka ragam program pemberdayaan yang ia pelopori sepanjang periode kepemimpinannya.
Menjelang detik-detik akhir masa baktinya, Azhari turut menyelipkan rasa optimisme yang besar terhadap masa depan industri migas di Kalimantan Timur.
Ia memandang temuan cadangan migas baru di teritorial Selat Makassar sebagai sinyalemen positif bagi momentum kebangkitan produksi energi nasional, yang pada beberapa tahun belakangan memang dihadapkan pada tantangan pelik berupa penurunan tren produksi.
Oleh karena itu, ia menaruh harapan agar seluruh komponen masyarakat, termasuk rekan-rekan media massa, bersedia bahu-bahu mempertahankan stabilitas serta iklim investasi yang kondusif demi keberlanjutan industri energi nasional di tingkat daerah.
Estafet kepemimpinan selanjutnya bakal diteruskan oleh Haryanto Safri yang dalam penugasan sebelumnya menakhodai wilayah Papua dan Maluku.
Dengan rasa percaya diri yang tinggi, Azhari meyakini bahwa nakhoda baru ini bakal sanggup mengantarkan lompatan kemajuan yang jauh lebih masif bagi industri migas di Kalimantan Timur. “Saya percaya Haryanto Safri bisa berbuat lebih baik lagi untuk Kalimantan Timur,” pungkasnya.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












