Pemprov Jateng Hibahkan PLTS Rp130 Juta ke Lima Pesantren
SEMARANG - Pemprov Jawa Tengah menyiapkan alokasi insentif prasarana Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk lima pondok pesantren pada tahun anggaran 2026.
Masing-masing pesantren tersebut diproyeksikan mendapat fasilitas PLTS senilai Rp130 juta sebagai langkah nyata penyebaran energi baru terbarukan (EBT) di lingkup komunitas masyarakat.
Program ini digulirkan melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah dengan sasaran pondok pesantren di sejumlah daerah, meliputi Kabupaten Batang, Kota Pekalongan, hingga wilayah Lasem di Kabupaten Rembang.
Petugas Bidang Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Jateng, Muhammad Galih Swastandhi menjelaskan bahwa paket PLTS yang diberikan berkapasitas 5 kWp bersistem on-grid serta dilengkapi perangkat pengawas otomatis.
“PLTS nilainya kisaran Rp130 juta per unit dengan kapasitas 5 kWp berstatus on-grid dan dilengkapi alat monitoring,” ujarnya di Kota Semarang, Senin (18/5/2026).
Galih menjelaskan bahwa sistem bantuan disalurkan berbentuk hibah barang, di mana proses pengadaan sampai perakitan instalasi sepenuhnya didanai oleh pemerintah provinsi.
Di lain pihak, pengelola pondok pesantren akan berperan sebagai penerima manfaat sekaligus pengelola operasional alat tersebut.
“Bantuannya berupa barang dan kami tetap lakukan monitoring berkala 1 hingga 2 tahun pascapembangunan,” kata Galih.
Ia menilai proyek ini tidak hanya ditargetkan untuk memperluas penggunaan energi ramah lingkungan di institusi pendidikan keagamaan, tetapi juga mendorong penguatan Desa Mandiri Energi di wilayah Jawa Tengah.
Sampai sekarang, Pemprov Jateng mencatat telah terbentuk sekitar 2.331 Desa Mandiri Energi yang mengoptimalkan potensi energi bersih bersumber dari modal lokal.
Walau begitu, Galih mengakui bahwa percepatan adopsi energi baru terbarukan di tingkat daerah masih menemui beberapa kendala, khususnya terkait kesiapan mental masyarakat untuk beralih ke energi bersih.
“Pertama terkait kesadaran ya, keinginan untuk bergerak (berkembang) itu masih terbatas,” ujarnya.
Ia menganggap sumber energi matahari menjadi salah satu opsi paling potensial untuk dikembangkan di Jawa Tengah karena didukung oleh limpahan sinar matahari, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kota Semarang.
“Potensi PLTS itu di Semarang sangat besar,” katanya.
Selain program pemasangan PLTS di area pesantren, Dinas ESDM Jateng juga menyiapkan proyek energi terbarukan lain untuk sisa tahun 2026, yang mencakup pembangunan 13 unit instalasi biogas serta tiga unit Pembangkit Air Tenaga Surya (PATS).
Program berkelanjutan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pasokan energi di sektor pendidikan, sekaligus menjadi percontohan penerapan energi bersih berbasis kelompok masyarakat di Jawa Tengah.