Viral, Pembongkaran Paksa Blade Battery BYD Picu Debat Netizen

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 20 Mei 2026
Viral, Pembongkaran Paksa Blade Battery BYD Picu Debat Netizen
Pembongkaran Paksa Blade Battery BYD (FOTO: NET)

TIONGKOK - Pembedahan massal Blade Battery generasi kedua milik BYD dalam siaran langsung mendadak viral serta memicu perdebatan hangat di dunia maya Tiongkok.

Berdasarkan laporan Carnewschina.com pada Senin (18/5/2026), tindakan yang dipelopori oleh beberapa blogger otomotif ini tergolong sangat nekat.

Para anggota tim memerlukan durasi berkisar enam sampai delapan jam sekadar demi menguliti satu paket baterai utuh.

Alih-alih memakai perangkat standar pabrik, kelompok ini malah memakai alat pertukangan komersial yang lumrah ada di toko bangunan, seperti gerinda sudut, pengungkit besi, gergaji mesin, hingga martil besar.

Langkah berani tersebut sejatinya bermula dari obrolan internet yang ramai sebelumnya mengenai performa pengisian daya super cepat (fast charging) kepunyaan raksasa EV asal Negeri Tirai Bambu itu.

Pada momen terdahulu, sempat beredar siaran langsung yang mengecek tingkat suhu baterai BYD kala diisi daya dengan kecepatan tinggi.

Efek dari pengetesan itu ternyata memicu rasa ingin tahu sekaligus adu argumen di antara peselancar internet perihal bahan baku serta sistem proteksi baterai BYD.

Mengacu pada video serta tangkapan layar yang tersebar masif di jagat maya, fase pemotongan ini berjalan amat keras.

Warganet Tiongkok bahkan melabeli kegiatan ini sebagai "pembongkaran brutal" lantaran cara yang diterapkan terhitung sangat kasar.

Dikabarkan bahwa kelompok tersebut memerlukan waktu nyaris delapan jam hingga akhirnya mampu menjangkau bagian sel baterai individual di sisi dalam.

Uniknya, kendati wadah baterai dipukul dan digergaji berulang-ulang memakai gerinda yang mengeluarkan percikan api, para penonton mendapati tidak muncul asap ataupun kobaran api dari area dalam baterai.

Poin tersebut seketika menjadi pusat perhatian utama bagi para pemirsa.

Ruang komentar pada siaran langsung itu pun seketika dipenuhi oleh ulasan dari para warganet.

Sebagian besar dari mereka merasa takjub atas ketahanan struktur dari Blade Battery generasi paling baru tersebut.

Obrolan lalu meluas mengulas teknik perekat (sealing), bahan penahan panas, hingga kokohnya penguat sasis baterai yang dianggap sangat kuat.

Selama fase pembongkaran yang menguras energi tersebut, para blogger kabarnya cuma mendapati temuan kecil terkait estetika produksi, misalnya penempelan lem yang agak tidak merata pada sekian titik saja.

Kendati demikian, aktivitas ini tidak luput dari respons negatif.

Banyak pakar otomotif di Tiongkok menyayangkan sisi profesionalitas serta protokol keselamatan kerja (safety) yang dikesampingkan sepanjang live streaming berjalan.

Para kritikus menyoroti risiko fatal dari pembongkaran baterai kendaraan listrik bertegangan tinggi tanpa dilengkapi alat pelindung isolasi yang memadai.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua