Blok Ganal: Potensi Migas Besar dan Tantangan BUMD
JAKARTA - Penemuan deposit minyak dan gas (migas) dalam skala masif di Blok Ganal, wilayah lepas pantai Kalimantan Timur, membuka lembaran baru dalam hak pengelolaan energi di tanah air.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat menyurati pihak terkait guna memperoleh hak participating interest (PI) sebesar 10% dengan tujuan menggenjot pemasukan kas daerah.
Akan tetapi, di balik kegembiraan atas temuan cadangan migas yang melimpah ini, Dewan Energi Nasional (DEN) justru menyampaikan peringatan yang cukup tegas.
Lembaga tersebut menilai hak pengelolaan ini berisiko menjadi kendala serius serta merugikan daerah apabila dipaksakan tanpa kesiapan matang.
Berdasarkan data dari kegiatan eksplorasi paling anyar, Blok Ganal memang memiliki kandungan sumber daya yang sangat masif.
Sumur Geliga bersama Sumur Gula diproyeksikan menyimpan cadangan gas alam yang luar biasa, yakni menembus angka lebih dari 7 triliun kaki kubik.
Sementara itu, kandungan minyak buminya ditaksir berada di kisaran 375 juta barel.
Anggota DEN, Muhammad Kholid Syeirazi menjelaskan, bahwa Blok Ganal termasuk dalam proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) alias pengeboran laut dalam. Proyek jenis ini terkenal memiliki tingkat kesulitan teknis yang sangat ekstrem, membutuhkan teknologi tinggi, dan modal yang luar biasa besar (capital intensive).