PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 21 Mei 2026
PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum
PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi (FOTO: NET)

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sedang mengupayakan kolaborasi dalam mengembangkan bioenergi dari tanaman sorgum bersama PT Sorbu Agro Energi sebagai wujud langkah strategis demi menyokong transisi energi dan meraih target net zero emission (NZE).

Direktur Biomassa PLN Energi Primer Indonesia, Hokkop Situngkir, lewat pernyataan resminya di Jakarta pada Rabu, menyebutkan bahwa biomassa memegang keunggulan krusial untuk menekan emisi karbon secara langsung lewat substitusi batu bara di pembangkit listrik.

"Berbeda dengan energi terbarukan lain yang bersifat menggantikan, biomassa mampu mereduksi emisi secara langsung. Substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa menjadi langkah nyata dalam menurunkan emisi."

Hokkop mengimbuhkan bahwa program pengembangan bioenergi dari sorgum ini tidak sekadar menyokong transisi energi, melainkan ikut beriringan dengan agenda Astacita milik pemerintah dalam memperkokoh ketahanan energi dan pangan nasional.

Pada saat ini, sejumlah negara layaknya Jepang serta Korea Selatan tengah gencar menaikkan pemakaian biomassa sekaligus mencari pasokan baru secara aktif.

Pihak PLN EPI sendiri dilaporkan sudah mengembangkan kurang lebih 14 varian biomassa demi mencukupi kebutuhan cofiring pada PLTU.

Sampai sekarang, perusahaan tersebut telah mengamankan kontrak pasokan biomassa yang mencapai kisaran 1 juta ton lewat hampir 100 kemitraan bersama berbagai pihak strategis.

Melalui sinergi yang diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta pada Senin (18/5/2026), PLN EPI memegang peran selaku offtaker biomassa sekaligus pembangun ekosistem energi primer, sedangkan pengerjaan budi daya ditangani oleh mitra.

Pihak PLN EPI pun memberi jaminan kepastian penyerapan komoditas serta skema usaha yang kontinu bagi para pelaku bisnis.

"Kami berfokus pada penyediaan dan penyerapan biomassa untuk pembangkit. Untuk sektor budi daya, kami bekerja sama dengan mitra agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan."

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sorbu Agro Energi, Verdi Budiman, memaparkan bahwa korporasinya kini memegang hak pengelolaan lahan konsesi mendekati 10.000 hektare di Gorontalo, yang berpotensi diperluas hingga 40.000 hektare lewat program perhutanan sosial.

Pelaksanaan fase awal megaproyek ini bakal digelar di Desa Totopo, Gorontalo, di atas lahan seluas 218 hektare yang berjarak kurang lebih 56 kilometer dari lokasi PLTU Anggrek, Gorontalo Utara.

Agenda ini bakal digarap memakai metode pendekatan pentaheliks yang melibatkan unsur pemerintah/BUMN, masyarakat/komunitas, sektor swasta, kalangan akademisi, hingga media massa.

"Kami diharapkan menjadi lokomotif program perhutanan sosial berbasis ekosistem terintegrasi yang mencakup energi biomassa, peternakan, biogas, dan produk turunan lainnya. Kolaborasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN EPI dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo."

Cakupan kemitraan dari kedua belah pihak ini menyelimuti studi pengembangan bioenergi, pembangunan biomass hub di wilayah Sulawesi, riset teknologi, hingga penjajakan pemanfaatan biomassa kayu beserta sumber daya hayati lainnya demi menyokong transisi energi nasional.

Hokkop memungkasi bahwa sinergi pengembangan bioenergi sorgum ini menjadi tindakan nyata dalam merancang ekosistem energi bersih yang berbasis pada kerakyatan, di mana potensi lokal diwujudkan sebagai solusi global untuk menekan emisi, memperkokoh ketahanan energi, sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua