Muhammad Firdaus Ahlan, Jemaah Haji Indonesia Hilang di Makkah

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 21 Mei 2026
 Muhammad Firdaus Ahlan, Jemaah Haji Indonesia Hilang di Makkah
Muhammad Firdaus Ahlan (kiri), jemaah haji yang hilang di Makkah (FOTO: NET)

JAKARTA - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melaporkan satu jemaah haji asal Indonesia bernama Muhammad Firdaus Ahlan hilang dan kini dalam proses pencarian intensif di Kota Makkah, Arab Saudi.

Jemaah tersebut tercatat sebagai bagian dari kloter JKG 27 Rombongan 1, KBIH Imam Bonjol.

Ketua Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha, menyampaikan keprihatinan mendalam kepada pihak keluarga dan memastikan operasi pencarian langsung dilakukan sejak laporan diterima.

Petugas gabungan saat ini tengah menyisir berbagai titik krusial di Makkah, mulai dari area hotel, kawasan Masjidil Haram, hingga fasilitas kesehatan.

“Kami memastikan proses pencarian dilakukan secara serius, menyeluruh, dan terus berlanjut hingga saat ini,” kata Ichsan saat menggelar jumpa pers di Makkah, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan kronologi, jemaah tersebut terakhir kali terlihat pada Jumat pagi, 15 Mei 2026.

Laporan kehilangan resmi diterima melalui Kanal Kawal Haji pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Data awal menunjukkan bahwa jemaah pergi meninggalkan pemondokan tanpa membawa kartu identitas apa pun.

Ichsan mengungkapkan, melalui rekaman CCTV hotel, jemaah tersebut terlihat keluar sekitar pukul 09.04 waktu Arab Saudi dengan mengenakan baju koko putih dan sarung hitam, serta hanya menggunakan gelang haji di tangannya.

Kondisi lobi hotel saat kejadian dilaporkan cukup sepi karena sebagian besar jemaah pria sedang berada di dalam kamar atau bersiap menuju masjid untuk menunaikan salat Jumat.

Sejak terekam CCTV tersebut, keberadaan Firdaus belum diketahui.

Menanggapi hal ini, PPIH bergerak cepat dengan membentuk sejumlah tim pencarian yang disebar ke berbagai titik strategis, termasuk menyisir jalan-jalan utama.

Untuk mempercepat pencarian, tim tambahan dari unsur Perlindungan Jemaah (Linjam) Madinah turut diterjunkan guna memperluas radius pelacakan.

Selain melacak jalur fisik, tim medis juga dikerahkan guna memeriksa data pasien di seluruh rumah sakit di Makkah dan sekitarnya.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan jemaah sedang menjalani perawatan darurat.

PPIH juga telah berkoordinasi erat dengan pihak Kepolisian Arab Saudi dan menerbitkan laporan resmi kehilangan guna mempermudah pelacakan.

Sementara itu, pendampingan psikologis terus diberikan kepada istri jemaah yang juga tengah berada di Tanah Suci.

Ichsan meminta jemaah Indonesia lainnya di Makkah untuk melapor jika memiliki informasi terkait ciri-ciri Firdaus.

“Kami mengimbau agar jamaah tidak bepergian sendirian dan segera melapor jika melihat informasi terkait,” ujarnya memberi peringatan.

Terakhir, PPIH meminta masyarakat di tanah air untuk tidak mudah memercayai kabar yang beredar di media sosial guna memutus rantai hoaks.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” pungkasnya sembari menegaskan bahwa PPIH akan terus memperbarui perkembangan pencarian kepada pihak keluarga secara berkala.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua