Pemerintah Siapkan 24 Ribu Hektare Lahan Jawa demi PLTS 100 GW
JAKARTA - Pemerintah tengah merancang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 gigawatt.
Upaya ini dilakukan guna memperkokoh ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat peralihan ke energi bersih.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, memaparkan bahwa akselerasi tersebut dijalankan lewat penyiapan regulasi dasar.
Di samping itu, pihaknya pun mengutamakan penyediaan lahan sebagai salah satu faktor kunci keberhasilan proyek tersebut.
"Terkait dengan kelistrikan, kami berusaha untuk memperkuat sistem kelistrikan secara nasional, dan di antaranya adalah eksekusi arahan Presiden untuk PLTS 100 gigawatt. Jadi kalau proyek PLTS 100 gigawatt kami akan lakukan percepatan dengan mempersiapkan basic regulasi dan segera mengeksekusi ketersediaan lahan," kata Yuliot dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (1/6/2026).
Terkait penyediaan lahan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama lembaga terkait telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Lewat proses identifikasi, telah ditemukan lahan seluas kurang lebih 24.000 hektare di Pulau Jawa yang potensial untuk digunakan dalam pengembangan proyek ini.
Sebagai langkah awal, proyek ini dijadwalkan mulai berjalan melalui pembangunan 17 gigawatt yang ditopang oleh fasilitas sistem penyimpanan energi baterai sebesar kisaran 33 gigawatt.
"Percepatan akan kami mulai dengan membangun 17 gigawatt terlebih dahulu. Dan juga ada battery energy storage atau BASE yang kami bangun sekitar 33 gigawatt," tutur Yuliot.
Di tahun 2026 ini, pemerintah pun merasa optimistis dalam membidik target penambahan 17 gigawatt energi terbarukan lewat pembangkit listrik tenaga surya secara nasional.
Sasaran tersebut meliputi peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya sekaligus memangkas pemakaian pembangkit listrik tenaga diesel.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan transisi ke energi hijau, salah satunya lewat pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dalam skala besar.
Pemerintah membidik kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga surya nasional mampu menyentuh angka 100 gigawatt pada tahun 2029 sebagai bagian dari strategi penguatan energi bersih dan meminimalkan ketergantungan pada energi fosil.