Pertamina EP Temukan Cadangan Migas Baru Sebesar 133 Juta Barel

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Sabtu, 06 Juni 2026
Pertamina EP Temukan Cadangan Migas Baru Sebesar 133 Juta Barel
SKK Migas dan Pertamina EP (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Pertamina EP (PEP) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari Kamis (5/6).

Direktur Utama PT Pertamina EP, Rachmat Hidajat, menjelaskan berbagai pencapaian yang diraih oleh Perusahaan selama tahun 2025.

Pertamina EP berhasil membukukan produksi minyak hingga 68.338 barel per hari (BOPD), gas sebesar 792 juta standar kaki kubik (MMSCFD), dengan total kombinasi produksi minyak dan gas menyentuh angka 205 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).

Perusahaan hulu migas ini diketahui mengoperasikan fasilitas pada 5 aset yang tersebar di 22 lapangan operasi, baik di daratan (onshore) maupun di lepas pantai (offshore), di 13 provinsi di seluruh Indonesia.

Hasil positif tersebut didorong oleh penyelesaian proses pengeboran pada 12 sumur eksplorasi serta 137 sumur pengembangan.

Selain itu, peningkatan kegiatan eksplorasi melalui akuisisi seismik 2D sepanjang 113 kilometer dan seismik 3D seluas 79 kilometer persegi berhasil mengidentifikasi tambahan sumber daya 2C sebesar 133 MMBOE serta tambahan cadangan terbukti P1 sebanyak 59 MMBOE.

"Capaian sepanjang lalu lalu, mencerminkan kemampuan Pertamina EP dalam menghadirkan inovasi operasional yang terukur, menjaga keandalan kinerja, serta memperkuat ketahanan portofolio hulu. Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menata masa depan operasi migas yang lebih berkelanjutan dan resilien," kata Rachmat dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Rachmat menambahkan, bukti nyata dari komitmen inovasi tersebut adalah keberhasilan pengaliran cairan komersial pertama pada Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1 di Lapangan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Pencapaian ini menandai mulainya produksi cairan sebesar 400 barel fluida per hari, dengan kapasitas terpasang yang dapat mencapai 7.250 BLPD, selaku bagian dari program Optimasi Pengembangan Lapangan Akasia Bagus-Gantar.

Rachmat juga menerangkan bahwa seluruh tingkatan dalam pengembangan tersebut dilaksanakan dengan tingkat kedisiplinan yang amat tinggi.

Hal tersebut disokong oleh raihan lebih dari 2,2 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja (Zero LTI) serta kolaborasi yang erat dengan para pemangku kepentingan.

"Pendekatan ini memastikan setiap fasilitas kami beroperasi sesuai standar kualitas, kapasitas desain, dan kesiapan jangka panjang, demi operasi hulu migas Perusahaan yang berkelanjutan," imbuhnya.

Peningkatan performa di sektor produksi, eksplorasi, serta keuangan didukung oleh penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG), praktik Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan (HSSE), hingga pengembangan inovasi serta teknologi demi mendongkrak efektivitas dan efisiensi operasional bisnis Perusahaan.

Jika melihat aspek kinerja korporasi, Pertamina EP mendapatkan penilaian kredit AAA (Sangat Sehat), peringkat tertinggi untuk skala nasional dari Fitch Ratings Indonesia.

Raihan ini menjadi wujud apresiasi atas kondisi fundamental bisnis serta tata kelola Perusahaan yang dinilai berjalan sangat baik.

Sektor keselamatan kerja serta lingkungan hidup pun senantiasa ditempatkan sebagai fokus utama bagi Perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, Pertamina EP berhasil mencatatkan lebih dari 3,12 juta jam kerja selamat, sekaligus memperoleh 17 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Hijau dan 4 PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Wujud kepedulian pada aspek keberlanjutan tersebut juga dituangkan dalam pelaksanaan 444 kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kegiatan ini mencakup ranah pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, hingga penanganan bencana, yang dijalankan di 30 kabupaten/kota pada 13 provinsi.

Program TJSL dari Pertamina EP ini mengalirkan dampak positif kepada lebih dari 40 ribu orang penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menurut Komisaris Utama PT Pertamina EP, Morry Ermond, menyatakan, sepanjang tahun 2025 perusahaan telah menunjukkan performa yang optimal.

"Sepanjang 2025, Perusahaan telah menunjukkan performa yang efektif dalam menjaga keberlangsungan usaha dan mencapai hasil yang optimal, meskipun mengalami berbagai tantangan eksternal, baik di dalam maupun luar negeri," jelas Morry.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua