Sumur MNK Pertama Blok Rokan Mulai Produksi 500 Barel Per Hari
JAKARTA - Pemerintah kini mulai mendapatkan hasil nyata dari pengerjaan minyak dan gas bumi (migas) non konvensional (MNK).
Satu sumur pertama yang sudah dibor di Wilayah Kerja (WK) Rokan dilaporkan dapat menghasilkan minyak bumi berkisar 500 barel per hari (bph).
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyebutkan bahwa pihak pemerintah bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) kini sedang mempercepat penyusunan aturan hukum guna menyokong penerapan migas non konvensional.
Dia memaparkan bahwa SKK Migas menargetkan payung hukum tersebut bisa dituntaskan pada akhir Juni 2026, dengan begitu pelaksanaan pengembangan MNK dapat diawali pada awal Juli nanti.
"SKK Migas itu minta kalau bisa akhir Juni ini sudah bisa diselesaikan kerangka regulasinya dan juga bisa diimplementasikan pada awal Juli. Jadi ini kami lagi berkejaran dengan waktu," ucapnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Pada kesempatan yang sama, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto membeberkan bahwa proses pengeboran sumur migas non konvensional yang pertama telah sukses dilaksanakan dan memberikan capaian yang sangat positif.
"Kemarin baru satu sumur yang dibor, ada produksinya 500 barrel per day. Terus nanti kan akan dibor dengan banyak sumur, tentunya nanti akan ribuan barrel per day setelah sumurnya selesai dalam Pertamina," jelasnya.
Dia mengimbuhkan bahwa rekomendasi model kontrak untuk MNK saat ini sedang dalam tahap diskusi bersama Kementerian ESDM.
Pihak SKK Migas mengharapkan proses diskusi tersebut bisa lekas rampung lewat Keputusan Menteri (Kepmen) yang sedang dalam tahap penyelesaian akhir.
"Sekarang Pertamina lagi mau mengajukan kontrak bagi hasilnya yang lebih menguntungkan. Nah tadi kami dari pagi membahas dengan Pak Wamen untuk Pertamina mengajukan berdasarkan nanti Kepmen yang sedang dibahas mudah-mudahan hari ini selesai," kata dia.
Pada waktu sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengabarkan adanya penemuan potensi minyak dalam jumlah yang amat besar dari program Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja (WK) Rokan.
Penemuan ini diprediksi menjadi salah satu capaian terbesar yang diraih dalam kurun waktu sepuluh tahun belakangan.
Wakil Direktur Utama Pertamina (Persero) Oki Muraza menyampaikan bahwa perusahaannya lewat PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sukses mendeteksi potensi minyak mencapai 724 juta barel dari salah satu area struktur MNK di kawasan tersebut.
"Di sektor hulu migas kami berhasil menemukan the largest discovery dalam 10 tahun terakhir. Kami berhasil menemukan migas non-konvensional atau MNK di WK Rokan yang potensi temuannya mencapai 724 juta barel," kata Oki dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (19/11/2025).
Berdasarkan penjelasan Oki, potensi masif tersebut baru didapatkan dari satu struktur area saja, sedangkan kesempatan migas non konvensional di wilayah Indonesia aslinya jauh lebih luas lagi.
Dia juga menyatakan bahwa hasil temuan ini menjadi penemuan MNK yang paling besar di dalam lingkungan Pertamina group.
"Ini merupakan salah satu penemuan konvensional maupun non-konvensional terbesar di Pertamina Group," ujarnya.