Pertamina-SLB Sinergi Teknologi Ladang Migas dan Solusi Rendah Karbon

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 10 Juni 2026
Pertamina-SLB Sinergi Teknologi Ladang Migas dan Solusi Rendah Karbon
Ilustrasi migas (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) bersama SLB menyetujui untuk mengeksplorasi potensi penguatan kolaborasi dalam aspek teknologi hulu minyak dan gas bumi, digitalisasi, serta solusi emisi rendah karbon.

Kesepahaman ini mengambil momentum dari kunjungan kenegaraan sekaligus pemantapan hubungan bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Prancis.

Kolaborasi yang dieksplorasi oleh kedua belah pihak menitikberatkan pada sejumlah sektor strategis, mulai dari kajian bawah permukaan, perekahan multitahap atau multistage fracturing (MSF), pengelolaan sumber daya migas nonkonvensional (MNK), hingga peningkatan perolehan minyak atau enhanced oil recovery (EOR).

Bukan hanya itu, kemitraan ini pun meliputi efisiensi kegiatan operasional, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS), pemanfaatan energi panas bumi, serta implementasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan analitik guna memaksimalkan operasional.

Wakil Direktur Utama & Deputy CEO PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menyatakan bahwa teknologi merupakan aspek krusial dalam memperkokoh ketahanan energi sekaligus menyokong transformasi sektor energi domestik.

"Pertamina terus memperkuat kemitraan dengan pemain teknologi global untuk mendorong inovasi yang dapat meningkatkan kinerja operasional, mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi, serta mempercepat pengembangan solusi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan," ujar Oki dikutip Rabu (10/6/2026).

Kolaborasi ini merefleksikan tindakan Pertamina didalam memperlebar akses menuju teknologi terbaru yang mampu mendongkrak produktivitas sektor hulu migas.

Penerapan teknologi digital serta AI kian krusial demi mendongkrak efisiensi, memangkas biaya operasional, dan mempercepat proses pengambilan kebijakan bersandarkan data.

Melihat dari sudut pandang lain, pengayaan teknologi CCS dan panas bumi memperlihatkan atensi Pertamina pada pemotongan emisi karbon dan pengelolaan energi yang lebih ramah lingkungan.

CCS ialah teknologi yang memfasilitasi emisi karbon dari operasional industri diisolasi dan disimpan permanen di perut bumi guna membantu meminimalkan emisi gas rumah kaca.

Kemitraan bersama SLB ini turut membuka kans bagi Pertamina dalam mengakselerasi pengelolaan sumber daya migas nonkonvensional yang selama ini dinilai punya prospek besar, namun memerlukan sokongan teknologi spesifik agar bisa diproduksi secara bernilai ekonomis.

Kedua korporasi menegaskan kembali visi mereka untuk mengintensifkan kerja sama ini dan mengimplementasikan tiap prioritas yang sudah disepakati ke dalam program-program nyata.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua