Bursa Caketum PBNU: Gus Ipul Sebut Jabatan Strategis Ini

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 17 Juni 2026
Bursa Caketum PBNU: Gus Ipul Sebut Jabatan Strategis Ini
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (FOTO: NET)

JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, atau yang biasa dipanggil Gus Ipul, membocorkan deretan nama yang berpeluang besar masuk dalam bursa calon ketua umum.

Ia juga mengulas catatan sejarah di mana kandidat yang diunggulkan umumnya mempunyai rekam jejak sebagai Katib Aam PBNU.

Berdasarkan penjelasannya, apabila melihat riwayat kepemimpinan NU dalam beberapa puluh tahun ke belakang, posisi Katib Aam PBNU kerap kali menjadi batu loncatan bagi seorang figur untuk menduduki kursi ketua umum.

Beberapa Ketua Umum PBNU terdahulu pun mempunyai latar belakang rekam jejak yang sama.

Mulai dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Muzadi, sampai KH Yahya Cholil Staquf, seluruhnya tercatat pernah memegang jabatan Katib Aam sebelum akhirnya dipercaya memimpin PBNU.

"Kalau ditarik dalam sekitar 40 tahun terakhir, tiga Ketua Umum PBNU sebelumnya pernah menjadi Katib Aam. Itu menunjukkan posisi tersebut memiliki rekam jejak yang cukup kuat dalam melahirkan pemimpin NU," kata Gus Ipul.

Di samping jabatan Katib Aam, Gus Ipul mengutarakan posisi Sekretaris Jenderal PBNU serta Ketua PWNU Jawa Timur sebagai jabatan krusial yang kerap melahirkan figur utama di NU.

Sebagai bukti, KH Idham Chalid tercatat pernah menduduki posisi Sekjen PBNU sebelum akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum, sedangkan KH Hasyim Muzadi melangkah ke level kepemimpinan nasional usai menakhodai PWNU Jawa Timur.

"Kalau melihat statistik, yang pernah menjadi Sekjen punya peluang, yang pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Timur punya peluang, dan yang pernah menjadi Katib Aam juga punya peluang," kata Gus Ipul.

Gus Ipul memaparkan bahwa saat ini telah bermunculan deretan nama tokoh yang ramai dibahas mendekati Muktamar Nahdlatul Ulama (NU).

Kendati demikian, siapa saja sosok tersebut sejauh ini masih menjadi sorotan utama di lingkungan internal organisasi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua