Peluang Karier Hijau, Lulusan Fisika Didorong Kuasai Sektor EBT

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 30 Juni 2026
Peluang Karier Hijau, Lulusan Fisika Didorong Kuasai Sektor EBT
Ilustrasi mahasiswa UMN Jurusan Teknik Kimia (FOTO: NET)

JAKARTA - Menopang agenda peralihan energi nasional tidak sekadar menjadi tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan peran serta andil nyata dari pihak akademisi sains.

Hal tersebut ditegaskan oleh perwakilan dari Sumbernya, Ezrom M. D. Tapparan, S.T., M.Sc., ketika mengisi sesi pemateri pleno pada Seminar Nasional Fisika (SNF) 2026 di Kampus 4 UAD pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Menyampaikan bahan presentasi perihal prospek ilmu fisika dalam memajukan Energi Baru Terbarukan (EBT) serta konservasi energi, Ezrom menjelaskan hambatan dalam mencapai target ketahanan energi nasional.

Bagi Ezrom, karakter intermiten atau ketidaktetapan daya dari sumber EBT, contohnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), amat memerlukan peran fisikawan guna menjalankan studi simulasi kelistrikan.

“Pembangkit EBT yang memiliki intermitensi tinggi sangat memerlukan dukungan analisis dan simulasi jaringan dari ahlinya sebelum terjadi masalah di lapangan,” ungkap Ezrom.

Selanjutnya, Ezrom meyakini bahwa letak geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan bakal mendorong pergeseran sistem kelistrikan dari pemusatan menuju desentralisasi yang berbasis microgrid.

Ditambah lagi, Ezrom memperkirakan bahwa ongkos investasi PLTS dalam jangka waktu kurang dari 10 tahun mendatang akan meraih titik impas dan menjadi lebih terjangkau daripada tarif listrik konvensional saat ini.

Tren peralihan ini secara alami akan menciptakan Green Jobs atau kesempatan kerja ramah lingkungan berskala luas yang dapat ditempati oleh para sarjana fisika.

Para lulusan tersebut berpotensi diterima sebagai auditor energi, praktisi Perusahaan Jasa Energi (ESCO), sampai instalatur sistem PLTS atap di bermacam-macam wilayah.

“Di balik masa transisi ini, ada banyak lapangan kerja baru yang terbentuk. Kebutuhan akan tenaga ahli lokal yang mampu mengelola infrastruktur EBT di setiap daerah sangat dibutuhkan,” papar Ezrom.

Lewat pengetahuan yang disampaikan dalam acara ilmiah berskala nasional ini, diharapkan para mahasiswa maupun alumnus jurusan fisika mampu jeli melihat kesempatan karier yang menjanjikan di bidang kelestarian lingkungan.

Kolaborasi yang terus-menerus antara penelitian universitas dan aturan pemerintah ini juga diharapkan mampu menjamin ketersediaan energi nasional sekaligus merealisasikan masa depan peralihan energi yang berkeadilan bagi warga secara luas.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua