Boikot Sarwendah Ramai, Mantan Manajer Singgung Sikap Artis
JAKARTA - Gerakan penolakan terhadap Sarwendah saat ini tengah viral di dunia digital direspons oleh mantan pengelolanya, Nanda Persada.
Dia menganggap penolakan kepada Sarwendah ialah risiko yang mesti dihadapi oleh seorang tokoh masyarakat.
Berdasarkan penuturan Nanda Persada, masyarakat mempunyai pandangan tersendiri atas tindakan serta tabiat seorang selebritas.
Hal itu termasuk pula bagi Sarwendah yang merupakan bekas pendamping hidup Ruben Onsu.
Lantaran hal tersebut, seorang selebritas sepatutnya memelihara tindakan serta tabiatnya sebab masyarakat bakal memberikan penilaian.
"Ya itu konsekuensi dari seorang public figure ya. Namanya artis, selebriti, itu harus menjaga attitude-nya, sikapnya, perilakunya," kata Nanda Persada saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2026).
Dia berpandangan bahwa warganet di tanah air tergolong amat peka terhadap tindakan tokoh masyarakat yang dinilai kurang pantas.
"Karena netizen kita ini sangat sensitif dan peka. Mereka juga melihat ketika seorang artis atau public figure bersikap tidak etis, melanggar susila dan lain-lain, pasti itu ada sanksi sosial. Dan itu menjadi konsekuensi," ucapnya.
Kendati demikian, Nanda menyesalkan tanggapan yang dinilainya belum dapat meredakan kontroversi yang tengah bergulir.
Dia berkeyakinan masalah itu semestinya dapat lekas dituntaskan jikalau terdapat permohonan maaf yang tulus bagi kelompok yang merasa dirugikan.
"Yang disayangkan adalah reaksi dari yang bersangkutan. Mestinya cepat-cepat meminta maaf dengan tulus kepada pihak-pihak yang langsung berhadapan dengan dia," ujar Nanda.
Nanda pun menganjurkan supaya tidak ada lagi aksi saling menyindir di jejaring sosial lantaran hal itu malah membikin masalah kian meluas.
"Enggak perlu lagi ada sindir-menyindir di medsos. Segera berkomunikasi dengan baik-baik," katanya.