ADPMET Perjuangkan Kenaikan DBH Migas Demi Pembangunan Daerah

Jumat, 08 Mei 2026 | 11:07:03 WIB
ADPMET Perjuangkan Kenaikan DBH Migas (FOTO:NET)

Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) tengah mengupayakan kenaikan dana bagi hasil (DBH) guna memastikan daerah mempunyai dana yang memadai untuk pembangunan infrastruktur serta keperluan publik.

"Target utama kami adalah peningkatan lifting minyak sehingga bisa berdampak naiknya DBH bagi daerah penghasil migas," ujar Ketua Umum ADPMET, sekaligus Gubernur Jambi Al Haris saat meresmikan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jambi, Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (5/8/2026).

Pada momen itu, ia menekankan krusialnya keadilan fiskal bagi wilayah yang selama ini menjadi penyokong utama energi nasional. Ia menyampaikan bahwa diskusi mengenai DBH migas menjadi agenda penting dalam Rakernas ini, mengingat regulasi yang ada sekarang dirasa masih membatasi fleksibilitas daerah.

ADPMET memahami bahwa sektor migas adalah tumpuan utama pendapatan, namun sistem pembagiannya perlu dikaji kembali supaya lebih proporsional. Karena itu, Al Haris memacu daerah penghasil untuk mulai beralih menjadi titik pertumbuhan energi baru. Salah satu metodenya yakni melalui optimalisasi lapangan minyak yang menganggur demi mendongkrak produksi nasional.

Di samping itu, menurutnya, pembangunan kilang di mulut tambang sangat diperlukan. Hal ini bertujuan agar daerah tidak sekadar menjadi tempat eksploitasi, melainkan juga sebagai pusat pengolahan.

Al Haris pun menyerukan kepada seluruh anggota ADPMET agar tetap kompak dalam menuntut hak daerah, termasuk pelibatan UMKM serta perbankan lokal dalam rantai pasok energi. Melalui forum Rakernas ini, ADPMET diproyeksikan mampu menghasilkan rekomendasi konkret untuk diajukan ke pemerintah pusat demi kedaulatan energi serta kesejahteraan daerah.

"Jambi siap meningkatkan lifting minyak dan mengembangkan energi terbarukan. Kami optimistis dengan dukungan semua pihak, daerah penghasil akan menjadi motor penggerak ekonomi hijau di tengah dinamika geopolitik global," tuturnya.

Terkini