Jumat, 08 Mei 2026

METI: Transisi Energi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

METI: Transisi Energi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional
METI: Transisi Energi Mesin Baru (FOTO: NET)

JAKARTA - Transisi energi saat ini dipandang bukan hanya sebagai langkah untuk mengurangi emisi karbon, namun juga berpotensi menjadi pendorong baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang bersandar pada energi bersih.

Norman Ginting selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menjelaskan bahwa pengembangan energi baru terbarukan (EBT) merupakan elemen vital untuk memperkuat ketahanan energi serta menciptakan peluang ekonomi bagi tanah air.

"Pengembangan energi baru terbarukan harus menjadi fondasi ketahanan dan kemandirian energi Indonesia, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, penciptaan lapangan kerja hijau, serta penguatan kapasitas industri dan teknologi nasional," ujar Norman dikutip dari berbagai sumber, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga

Indonesia Jadi Pusat Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik Global

Di tengah pergeseran energi dunia, Indonesia perlu memanfaatkan momentum pengembangan energi hijau untuk memperkuat daya saing ekonomi domestik.

Norman menilai bahwa proses transisi energi tidak boleh hanya berfokus pada target lingkungan, tetapi juga harus mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

Oleh karena itu, ke depannya METI akan diposisikan sebagai wadah kolaborasi antar-sektor untuk mempercepat berbagai proyek strategis energi bersih di skala nasional.

Beberapa agenda prioritas yang akan dikawal antara lain pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW), implementasi bioetanol E20, Sustainable Aviation Fuel (SAF), panas bumi, biomassa, cofiring, hingga pemanfaatan sampah menjadi energi.

Norman memaparkan bahwa pembangunan di sektor-sektor tersebut sangat krusial guna memperkokoh ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.

Selain mengeksekusi proyek energi bersih, METI memiliki komitmen untuk mendorong tumbuhnya ekosistem industri hijau agar posisi Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi.

"Melalui pendekatan tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu berkembang sebagai pengembang, produsen, operator, dan inovator teknologi energi bersih yang berdaya saing," katanya.

Norman juga menekankan pentingnya pembukaan lapangan kerja hijau, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan rantai pasok dan industri dalam negeri melalui pengembangan EBT.

David Ilham

David Ilham

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Prabowo Tantang Negara ASEAN Percepat Transisi ke Energi Terbarukan

Prabowo Tantang Negara ASEAN Percepat Transisi ke Energi Terbarukan

Gubernur Jambi Buka Rakernas ADPMET 2026, Fokus Optimalisasi Migas

Gubernur Jambi Buka Rakernas ADPMET 2026, Fokus Optimalisasi Migas

Kemendagri Imbau Tak Serahkan KTP Saat Check In Hotel, Ini Alasannya

Kemendagri Imbau Tak Serahkan KTP Saat Check In Hotel, Ini Alasannya

Bareskrim Bongkar Gudang Sabu 29,4 Kg di Apartemen Kelapa Gading

Bareskrim Bongkar Gudang Sabu 29,4 Kg di Apartemen Kelapa Gading

BRIN Percepat Operasional Observatorium Nasional Gunung Timau di NTT

BRIN Percepat Operasional Observatorium Nasional Gunung Timau di NTT