Strategi SKK Migas & ExxonMobil Tahan Penurunan Produksi Banyu Urip
- Jumat, 08 Mei 2026
JAKARTA – Langkah-langkah guna menghambat laju penurunan produksi alami terus diupayakan di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, yang dioperasikan ExxonMobil Cepu Limited. Sejumlah prosedur teknis dilaksanakan demi memastikan level produksi minyak nasional tetap prima di tengah tantangan depresiasi alami sumur migas.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), menyatakan bahwa pengelola Lapangan Banyu Urip konsisten melakukan inovasi guna meminimalisir laju penurunan produksi secara organik.
“Dalam rangka perang melawan penurunan produksi alamiah, Banyu Urip terus melakukan upaya menahan laju penurunan produksi dengan berbagai cara antara lain menahan keluarnya air dan gas dari sumur dengan injeksi kimia dan High Rate Test untuk menahan gas yang turut terproduksi dan memasang plug untuk menahan air yang juga turut terproduksi,” jelas Djoko dalam keterangannya ke Dunia Energi, Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (7/5/2026).
Baca JugaIndonesia Jadi Pusat Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik Global
Ia menambahkan, rentetan upaya itu berhasil memberikan tambahan hasil minyak yang tergolong besar. “Lumayan tambahan produksi minyak sumurannya bisa 1.000 – 2.000 barel per hari (bph),” ucapnya.
Di samping maksimalisasi sumur yang sudah ada, operator Blok Cepu juga tetap mengeksekusi program penambahan produksi lewat kampanye pemboran Banyu Urip Infill Clastic (BUIC). Agenda ini merupakan salah satu taktik inti untuk menjaga angka produksi minyak nasional tetap kuat di tengah tren penurunan alami pada lapangan migas yang sudah berumur.
BUIC ialah program pemboran terkini di Lapangan Banyu Urip yang menambah tujuh sumur baru, sekaligus menjadi aktivitas pemboran perdana sejak 2016. Proses pemboran ini diawali pada April 2024 dan rampung pada Juni 2025, atau 10 bulan lebih awal dari target yang ditentukan.
Capaian produksi dari agenda pemboran BUIC ini dilaporkan mampu menyumbang tambahan hingga 30.000 barel minyak per hari. Melalui tambahan tersebut, output Blok Cepu merangkak naik dari posisi 150 ribu bph menjadi kisaran 170 ribu hingga 180 ribu bph, atau mencakup sekitar 25 persen lifting minyak nasional.
Djoko menganggap beragam intervensi teknologi yang diterapkan ExxonMobil di Blok Cepu terbukti mumpuni dalam menjaga produktivitas. Selain pengeboran sumur baru di program BUIC, kenaikan produksi juga dipicu oleh perawatan sumur aktif serta pengaktifan kembali sumur idle.
Satu di antara kesuksesan teranyar adalah peningkatan hasil dari Sumur Banyu Urip A07 melalui skema Water Shut-Off (WSO). Produksi di sumur tersebut melesat dari 4.800 bph ke angka 12.300 bph, alias meningkat sekitar 7.500 bph, melampaui target awal yang hanya 1.000 bph.
Lapangan Banyu Urip merupakan pilar utama produksi minyak di dalam negeri. Pihak ExxonMobil mengungkapkan bahwa secara total Blok Cepu sudah memproduksi lebih dari 650 juta barel minyak mentah dan berkontribusi terhadap lebih dari 25 persen total produksi minyak nasional.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












