Gubernur Jambi Buka Rakernas ADPMET 2026, Fokus Optimalisasi Migas
- Jumat, 08 Mei 2026
JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris yang berperan sebagai Ketua Umum ADPMET secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Tahun 2026 di Swissbell Hotel, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema "Memperkuat Fiskal dan Integrasi Sumur Tua, Sumur Masyarakat, Idle Field, serta Pengembangan Modular Refinery" ini diproyeksikan dapat menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat Muhammad Lakatoni beserta jajaran Bupati yang tergabung dalam keanggotaan dan kepengurusan ADPMET.
Baca JugaIndonesia Jadi Pusat Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik Global
Gubernur Al Haris menjelaskan bahwa di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu akibat konflik di kawasan produsen minyak, Provinsi Jambi terus berupaya mengoptimalkan kekayaan alam demi menyokong ekonomi nasional serta kemakmuran warga lokal.
"Perperangan dunia mengganggu pasokan minyak internasional, tapi sumber daya kami di Indonesia harus dimanfaatkan habis-habisan," ungkap Gubernur Al Haris dikutip dari berbagai sumber, Jumat (8/5/2026).
Dalam forum tersebut, ia turut menyuarakan aspirasi daerah penghasil mengenai regulasi fiskal yang berlaku saat ini.
"DBH migas adalah tulang punggung penerimaan daerah, tapi skema pemotongan saat ini batasi ruang fiskal kami," katanya.
Al Haris menekankan krusialnya penyesuaian yang adil dengan menilik sumbangsih nyata daerah serta pengaruhnya terhadap aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan.
"Target utama adalah peningkatan lifting minyak yang diharapkan mendorong naiknya dana bagi hasil daerah, sehingga bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan belanja public," ucapnya.
Di samping itu, ia mendorong percepatan pemanfaatan sumur tua, sumur masyarakat, hingga lapangan minyak yang sudah tidak aktif.
"Ini sumber daya nyata untuk tingkatkan produksi nasional dan ekonomi daerah. Butuh kebijakan adaptif dan kemitraan sehat Kilang Mini, Kunci Pertumbuhan Ekonomi. Sorotan utama: pengembangan modular refinery atau kilang mini mulut tambang, Daerah jangan cuma jadi lokasi eksploitasi, tapi pusat pertumbuhan energi baru," tambahnya.
Ia menilai gangguan pasokan minyak mentah dunia akibat situasi global harus menjadi titik balik bagi Indonesia, khususnya Jambi sebagai salah satu daerah lumbung energi.
"Sementara sumber daya alam kami masih melimpah, inilah saatnya kami maksimalkan minyak dan gas untuk memberikan sumbangan besar ke negara," tuturnya.
Terakhir, ia mengajak seluruh anggota ADPMET untuk bersinergi memperjuangkan hak daerah, mulai dari tambahan DBH transisi energi, jatah gas daerah, pengelolaan sumur tua, hingga insentif penangkapan karbon melalui komitmen iuran anggota.
"Melalui asosiasi daerah penghasil minyak dan gas, Jambi siap meningkatkan lifting minyak, mengembangkan energi terbarukan, serta melibatkan UMKM dan Bank Jambi dalam rantai pasok energi. Pemerintah daerah optimistis, dengan dukungan semua pihak, Jambi siap jadi motor penggerak ekonomi hijau di tengah badai geopolitik," pungkasnya.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












