JAKARTA - Transisi energi saat ini dipandang bukan hanya sebagai langkah untuk mengurangi emisi karbon, namun juga berpotensi menjadi pendorong baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang bersandar pada energi bersih.
Norman Ginting selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menjelaskan bahwa pengembangan energi baru terbarukan (EBT) merupakan elemen vital untuk memperkuat ketahanan energi serta menciptakan peluang ekonomi bagi tanah air.
"Pengembangan energi baru terbarukan harus menjadi fondasi ketahanan dan kemandirian energi Indonesia, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, penciptaan lapangan kerja hijau, serta penguatan kapasitas industri dan teknologi nasional," ujar Norman dikutip dari berbagai sumber, Kamis (7/5/2026).
Di tengah pergeseran energi dunia, Indonesia perlu memanfaatkan momentum pengembangan energi hijau untuk memperkuat daya saing ekonomi domestik.
Norman menilai bahwa proses transisi energi tidak boleh hanya berfokus pada target lingkungan, tetapi juga harus mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.
Oleh karena itu, ke depannya METI akan diposisikan sebagai wadah kolaborasi antar-sektor untuk mempercepat berbagai proyek strategis energi bersih di skala nasional.
Beberapa agenda prioritas yang akan dikawal antara lain pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW), implementasi bioetanol E20, Sustainable Aviation Fuel (SAF), panas bumi, biomassa, cofiring, hingga pemanfaatan sampah menjadi energi.
Norman memaparkan bahwa pembangunan di sektor-sektor tersebut sangat krusial guna memperkokoh ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Selain mengeksekusi proyek energi bersih, METI memiliki komitmen untuk mendorong tumbuhnya ekosistem industri hijau agar posisi Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi.
"Melalui pendekatan tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu berkembang sebagai pengembang, produsen, operator, dan inovator teknologi energi bersih yang berdaya saing," katanya.
Norman juga menekankan pentingnya pembukaan lapangan kerja hijau, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan rantai pasok dan industri dalam negeri melalui pengembangan EBT.