Prabowo Ajak Anggota BIMP-EAGA Percepat Transisi Energi Bersih

Jumat, 08 Mei 2026 | 16:19:10 WIB
Presiden Prabowo mendorong langkah konkret pengembangan energi bersih di ASEAN (FOTO: NET)

CEBU - Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara di kawasan ASEAN untuk mengoptimalkan seluruh potensi energi baru terbarukan (EBT).

Upaya ini dianggap sangat penting untuk memperkuat kedaulatan energi dalam menghadapi beragam tekanan global yang sedang berlangsung.

Hal tersebut diutarakan Prabowo saat mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus BIMP-EAGA yang menjadi bagian dari agenda KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026).

Bagi Prabowo, dinamika global serta kondisi geopolitik yang tidak menentu di Timur Tengah menempatkan masalah energi sebagai urgensi yang harus segera direspons secara nyata.

"Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kami hadapi saat ini," tegas Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa wilayah BIMP-EAGA memiliki modal besar untuk mengembangkan energi bersih, seperti tenaga air, surya, angin, hingga potensi lahan produktif yang masih luas.

Ia juga menekankan kesiapan negara anggota untuk mengelola potensi tersebut demi mencukupi kebutuhan energi di kawasan sekaligus mendukung transisi di tingkat regional.

"Pertanyaannya adalah apakah kami siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kami, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN," kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo meminta adanya tindakan konkret untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur energi ramah lingkungan di subkawasan tersebut.

Fokus utama yang diberikan mencakup proyek tenaga air di Borneo, energi surya di wilayah Palawan, serta pemanfaatan tenaga angin di kawasan pesisir.

Presiden juga mengingatkan pentingnya memperkuat konektivitas antarwilayah melalui optimalisasi jaringan listrik Trans Borneo Power Grid guna efisiensi distribusi.

Prabowo berpendapat bahwa seluruh rencana besar ini memerlukan sokongan dana, penguasaan teknis, serta kolaborasi yang lebih kuat dengan berbagai mitra pembangunan.

"Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kami perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis, dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kami," ujar Presiden.

Terkini