PLN NP Integrasikan PLTS-PLTA Cirata, Dapat Apresiasi DEN

Dewan Energi Nasional (DEN) mengunjungi PLTA Cirata dan PLTS Terapung Cirata yang dibangun dan dioperasikan di Waduk Cirata (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Selasa, 19 Mei 2026 | 11:58:44 WIB

JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) menyampaikan apresiasi terhadap langkah PLN Nusantara Power yang memadukan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata sebagai wujud konkret pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Informasi ini diperoleh oleh Jurnalis Listrik Indonesia pada hari Senin (18/05/2026).

Pihak PLN Nusantara Power menjelaskan bahwa wilayah Cirata saat ini telah berubah menjadi pusat energi terbarukan yang mengombinasikan pengoperasian PLTA dan PLTS terapung dalam satu sistem kerja yang terpadu.

Kawasan ini juga disebut-sebut sebagai salah satu proyek PLTS terapung dengan kapasitas terbesar di Asia Tenggara.

Lewat keterangan resminya, PLN Nusantara Power menyatakan bahwa penggunaan area permukaan waduk yang telah tersedia dinilai menjadi solusi efisien untuk memperluas energi bersih tanpa harus mengonversi lahan daratan baru.

“Kawasan Cirata menjadi rujukan energi terbarukan dengan menggabungkan PLTA dan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara,” tulis akun resmi PLN NP (@plnnusantarapower).

Pemeliharaan dan Pengembangan Teknologi

PLN Nusantara Power juga menerangkan bahwa kegiatan pemeliharaan pada modul pengapung PLTS terapung terus dilakukan, khususnya guna mengatasi dampak dari biota endemik yang ada di kawasan waduk.

Program perawatan rutin ini diperkirakan akan selesai pada bulan Agustus 2026.

“Pemeliharaan menyeluruh pada unit pengapung akibat biota endemik terus dilakukan dan ditargetkan tuntas pada Agustus 2026,” tambahnya.

Tidak hanya dari aspek operasional, pihak manajemen memandang bahwa pengaplikasian teknologi PLTS terapung di Cirata mampu membuka ruang penelitian baru untuk para akademisi serta ilmuwan di sektor energi.

Mengacu pada penjelasan PLN Nusantara Power, berbagai temuan teknis di lapangan dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan rancangan teknologi PLTS terapung pada proyek-proyek serupa ke depannya.

“Teknis di lapangan menjadi peluang riset bagi akademisi untuk menyempurnakan implementasi PLTS terapung di masa depan,” lanjut keterangan tersebut.

Dukung Transisi Energi Nasional

Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita menyampaikan bahwa pengoperasian area hybrid PLTA dan PLTS di Cirata merupakan bagian dari tindakan riil perusahaan dalam mendukung program transisi energi di tanah air.

Ia memaparkan bahwa perluasan pembangkit berbasis energi bersih ini diwujudkan melalui skema inovasi serta kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.

“PLN Nusantara Power terus berkomitmen mendukung agenda transisi energi nasional melalui pengembangan pembangkit energi bersih yang andal dan berkelanjutan. Cirata menjadi salah satu bukti bahwa inovasi dan kolaborasi dapat menghadirkan solusi energi masa depan bagi Indonesia,” ujar Komang Parmita.

PLN Nusantara Power menilai berjalannya kompleks hybrid ini sekaligus memperkuat kontribusi besar perusahaan dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi karbon serta percepatan energi baru terbarukan di Indonesia.

Reporter: David Ilham