IBC Harap Pemerintah Beri Insentif Baterai Nikel Lokal

Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif di acara Bincang-bincang Baterai di Senayan (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Rabu, 20 Mei 2026 | 09:56:03 WIB

JAKARTA - Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC), Aditya Farhan Arif, menyampaikan harapan agar pihak pemerintah dapat mengucurkan insentif khusus bagi produk baterai nikel lokal.

Langkah ini dinilai sangat krusial guna menyokong keberhasilan program hilirisasi industri yang tengah digalakkan secara nasional.

Apalagi saat ini tren pasar global untuk sistem penyimpanan energi atau Battery Energy Storage System (BESS) didapati sudah beralih sepenuhnya ke teknologi lithium iron phosphate (LFP).

Kondisi tersebut membuat tingkat pemakaian baterai yang berbasis nikel atau Nickel Manganese Cobalt (NMC) tercatat baru berada di kisaran angka 4 persen saja.

Rendahnya persentase penggunaan ini pada akhirnya membuat produk buatan dalam negeri cukup kesulitan untuk bersaing di pasar tanpa adanya intervensi bantuan kebijakan yang nyata.

Oleh karena itu, pihak pemerintah diharapkan mampu ikut serta dalam membangun ekosistem pasar yang sehat karena bagaimanapun agenda hilirisasi ini adalah wujud penugasan resmi negara kepada badan usaha terkait.

"Menurut saya, kebijakan itu mungkin tidak harus buat mobilnya, tapi bisa juga baterainya. Dan tidak harus baterai gelondongannya yang dihitung, tapi dari komponen di dalamnya," jelas Adit.

Di sisi lain, proses pengerjaan fasilitas manufaktur atau pabrik baterai CATIB yang berlokasi di wilayah Karawang tersebut sekarang ini perkembangannya dilaporkan telah menyentuh angka 90 persen.

Pabrik baru yang nantinya dipersiapkan juga untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor ke kawasan Eropa hingga Jepang ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Juli 2026 mendatang.

Jika tidak ada hambatan, fasilitas produksi tersebut dijadwalkan bakal diresmikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Reporter: David Ilham