Pertamina Perkuat Tata Kelola Aset Hulu Migas di Jambi

Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Rabu, 20 Mei 2026 | 09:56:03 WIB

JAMBI - Acara SELARAS MIGAS mengumpulkan aneka pemangku kepentingan demi mengokohkan sinergisitas dan tata kelola pemakaian Barang Milik Negara (BMN) pada sektor hulu minyak serta gas bumi.

Pertemuan yang diinisiasi Pertamina EP Field Jambi bersama PHE Jambi Merang tersebut dilaksanakan pada Hotel BW Luxury Jambi.

Wadah ini menjadi tempat kolaborasi antarsektor demi menyokong manajemen aset negara yang teratur, aman, dan berkesinambungan.

Langkah ini juga mengukuhkan janji kolektif terhadap keselamatan operasional migas, proteksi warga, serta kelestarian ekosistem di area operasi.

Pjs GM Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Tedjo Soemantri, memaparkan krusialnya kerja sama lintas sektoral dalam mengawal tata kelola aset negara pada lini hulu migas. “Industri hulu minyak dan gas bumi merupakan sektor strategis nasional yang berperan vital dalam menjaga ketahanan energi. Tidak hanya berorientasi pada pencapaian target produksi, sektor ini juga memiliki tanggung jawab dalam optimalisasi penerimaan negara, pengamanan aset, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Dia memaparkan jika semua aset yang dipakai pada aktivitas hulu migas adalah BMN yang wajib diurus dengan teratur, transparan, serta akuntabel berlandaskan aturan hukum. “Di tengah meningkatnya kebutuhan pemanfaatan aset negara untuk kepentingan publik dan pengembangan ekonomi daerah, kami dihadapkan pada tantangan untuk memastikan setiap pemanfaatan tetap berada dalam koridor hukum serta tidak mengganggu keselamatan dan keberlangsungan operasi hulu migas,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Jambi, Maulana, menghargai pelaksanaan forum SELARAS MIGAS sebagai waktu krusial dalam mengokohkan keterpaduan pemakaian aset negara bagi kemaslahatan umum. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan SELARAS MIGAS ini. Pembahasan terkait Barang Milik Negara yang dikelola oleh Pertamina harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.

Berdasarkan pandangannya, kegiatan itu menjadi area strategis lantaran mendatangkan para pemangku kepentingan pada satu atap penyelarasan. “Momentum ini sangat baik karena seluruh stakeholder hadir. Ini menjadi kesempatan untuk menyatukan persepsi dan mempercepat langkah bersama,” katanya.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safe’i Syafri, mengimbuhkan bahwa ajang SELARAS MIGAS menjadi waktu penting demi mengokohkan pengertian kolektif seputar pemakaian BMN pada ekosistem hulu migas. “Pada prinsipnya, seluruh upaya ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat dan negara, namun tetap harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lewat SELARAS MIGAS, diharap muncul kesamaan pandangan serta penguatan penyelarasan antarsektor dalam pemakaian BMN di area Pertamina.

Melalui cara ini, tiap pemakaian aset negara mampu terlaksana secara teratur, aman, dan mendatangkan fungsi tambahan bagi warga tanpa mengusik kelanjutan operasional hulu migas.

Reporter: David Ilham