Belum Teken, Iran Kaji Memorandum Kesepakatan AS
ISTANBUL - Pihak Iran mengabarkan bahwa ketetapan terakhir terkait draf memorandum perjanjian dengan Amerika Serikat saat ini masih diteliti secara mendalam, menurut informasi dari sumber terkait pada hari Minggu.
"Iran belum mengumumkan keputusan final mengenai memorandum kesepakatan yang diusulkan," kata sumber tersebut kepada kantor berita Fars.
Informan tersebut mengimbuhkan, pemeriksaan terhadap rincian dimensi politik, hukum, serta teknis dari usulan tersebut terus dilangsungkan.
Sesuai laporan Fars, seluruh pasal dalam draf kesepakatan itu sedang ditelaah, baik oleh tim pakar maupun jajaran penentu kebijakan.
Terdahulu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump lewat akun Truth Social miliknya pada Sabtu (13/6) sempat membagikan informasi bahwa komitmen dengan Iran direncanakan bakal disepakati pada hari Minggu.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, selaku penengah dari hubungan Amerika Serikat dan Iran, turut menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut diproyeksikan selesai dalam kurun 24 jam ke depan.
Kendati demikian, Iran menegaskan penandatanganan tidak akan dilakukan pada hari Minggu, walau ada kemungkinan disahkan dalam waktu dekat.
Langkah diplomatik yang dimediasi Pakistan ini ditujukan guna mengakhiri ketegangan antara Teheran dan Washington, memulihkan rute navigasi global di Selat Hormuz, sekaligus menyelaraskan program nuklir Iran.
Otoritas Iran berkali-kali menegaskan bahwa mayoritas poin draf perjanjian telah disepakati oleh kedua negara.
Walaupun demikian, pihak mereka menganggap Amerika Serikat menghambat jalannya proses diplomasi lantaran inkonsistensi sikap serta narasi yang bertolak belakang.