Pemerintah Patok ICP 2027 USD70-95 per Barel

Bahlil Prediksi Harga Minyak Mentah RI Kisaran USD70-95 per Barel di 2027 (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:24:04 WIB

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi XII DPR RI telah menyetujui asumsi dasar sektor energi untuk Rancangan APBN 2027.

Fokus utamanya terletak pada proyeksi Harga Minyak Mentah Indonesia/ICP yang ditetapkan pada kisaran USD70-95 per barel guna menghadapi ketidakpastian situasi geopolitik dunia.

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Kerja yang berlangsung di DPR RI, Senin (15/6).

Di samping ICP, pihak eksekutif dan legislatif juga menetapkan sasaran lifting minyak dan gas bumi tahun 2027 pada level 1.556-1.610 ribu BOEPD (Barel Setara Minyak per Hari).

Secara mendetail, lifting minyak bumi ditargetkan mencapai 605-620 ribu BOPD (Barel Minyak per Hari), sedangkan untuk lifting gas bumi berada di angka 951-990 ribu BOEPD.

Sementara itu, nilai cost recovery disepakati berada pada rentang USD10,1-11,5 miliar.

“Ruang untuk meningkatkan kapasitas lifting seluruh KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) masih bisa kami diskusikan,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di sela rapat.

Penentuan ICP sebesar USD70-95 per barel ini terhitung lebih hati-hati jika dibandingkan dengan realisasi pada Mei 2026 yang pernah mencapai USD106,56/barel.

Nominal ini digunakan selaku fondasi dalam mengalkulasi pendapatan negara serta subsidi energi pada tahun mendatang.

Pihak pemerintah turut menetapkan asumsi untuk volume BBM bersubsidi sebesar 19,343-19,561 juta KL serta LPG 3 kg sejumlah 8 juta MT.

Subsidi tetap untuk komoditas solar ditetapkan senilai Rp1.000/liter, lalu untuk subsidi listrik dialokasikan sebesar Rp113,45-122,83 triliun.

Bahlil mengimbuhkan, nominal asumsi makro ini bakal dipertajam kembali pada periode Juli-Agustus 2026 dengan mengikuti perkembangan dinamika geopolitik global.

“Angka yang agak presisi baru bisa kami tempatkan masuk Juli atau Agustus nanti,” jelasnya.

Dari aspek finansial, Kementerian ESDM menempatkan 82% dari total pagu indikatif senilai Rp27,335 triliun untuk mendanai program-program yang berpihak pada rakyat, seperti lisdes, converter kit bagi kalangan petani, serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Reporter: David Ilham