Tak Ada Hubungan Diplomatik, Yusril Sebut Hubungi WNI di Israel Sulit

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 20 Mei 2026
Tak Ada Hubungan Diplomatik, Yusril Sebut Hubungi WNI di Israel Sulit
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (FOTO: NET)

SURABAYA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, memberikan pernyataan terkait penangkapan lima warga negara Indonesia oleh pihak militer Israel.

Yusril menyatakan bahwa instansinya menghadapi kendala besar dalam membuka jalur komunikasi dengan para WNI tersebut.

Yusril juga menjelaskan, kendala komunikasi ini muncul lantaran Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

Anggota delegasi kemanusiaan asal Indonesia tersebut diamankan ketika sedang berlayar di kawasan perairan internasional, di mana empat orang berhasil mengamankan diri sementara lima orang lainnya ditangkap.

"Sampai hari ini kami ketahui bahwa masih dalam keadaan sulit untuk menghubungi (WNI yang diculik tentara Israel)," kata Yusril kepada wartawan di Unesa, Selasa (19/5/2026).

Yusril memastikan bahwa pihak pemerintah merasa sangat prihatin sekaligus mengecam keras aksi yang dilakukan militer Israel terhadap warga negara Indonesia.

"Khususnya para wartawan yang melintasi perairan internasional untuk melakukan kegiatan kemanusiaan, membantu para korban konflik di Gaza," jelasnya.

Ia memaparkan bahwa Kementerian Luar Negeri kini tengah bergerak aktif guna mendeteksi lokasi kelima WNI itu agar bisa secepatnya dievakuasi.

Kendati demikian, absennya relasi diplomatik antar kedua negara memaksa pemerintah Indonesia untuk menggunakan opsi lewat jalur alternatif.

"Dan kami tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel dan kami tidak dapat melakukan perundingan langsung dengan pihak Israel," ujarnya.

"Tapi kami tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik dan upaya-upaya hukum dari negara ketiga dan badan profesional untuk melindungi warga negara kami yang diculik oleh tentara Israel," pungkasnya.

Sebagai informasi, kelompok penjelajah ini beranggotakan sembilan orang WNI yang berada di bawah naungan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Melalui keterangan tertulis GPCI, lima WNI tersebut ditawan dalam operasi kemanusiaan Global Sumud Flotilla sewaktu mengarungi Laut Mediterania menuju wilayah Gaza.

Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, mengonfirmasi bahwa sejak Senin (18/5/2026) malam, beberapa armada kapal mereka telah dicegat secara paksa oleh pasukan Israel.

Adapun kelima identitas WNI yang ditahan tersebut meliputi Andi Angga yang berada di kapal Josef, Bambang Noroyono di kapal Bolarize, serta tiga orang di kapal Ozgurluk yakni Andre Prasetyo, Thoudy Badai, dan Heru Rahendro.

Sampai dengan saat ini, empat orang WNI lainnya dilaporkan masih tertahan di wilayah perairan Mediterania, yaitu Asad Aras dan Hendro Prasetyo di kapal Kasr-1 Sadabad, beserta Herman Budianto dan Ronggo Wirsanu di kapal Zefiro.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua