Kolaborasi BUMN Kembangkan Low Carbon Amonia Melalui Teknologi CCS

Low Carbon Amonia Melalui Teknologi CCS (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Jumat, 22 Mei 2026 | 16:28:00 WIB

TANGERANG - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina (Persero), PGN, bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) telah meresmikan kesepakatan studi bersama atau Joint Study Agreement (JSA).

Langkah ini diambil guna menyokong pembuatan amonia rendah karbon dengan menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk menjerat emisi CO2 yang keluar dari aktivitas pembuatan pupuk.

Prosesi penandatanganan JSA tersebut dilaksanakan oleh Direktur Investasi dan Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Utojo Danusaputro, PTH.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Hery Murahmanta, Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, serta SVP Technology Innovation & Implementation Pertamina, Hana Timoti.

Momen ini turut disaksikan oleh pihak Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di dalam agenda kegiatan IPA Convex 2026 yang berlangsung di ICE BSD Tangerang, Banten, pada hari Kamis (21/5/2026).

Program strategis ini dipusatkan pada pembuatan blue ammonia serta green ammonia sebagai opsi energi ramah lingkungan bagi masa depan.

Pupuk Indonesia mematok target volume pembuatan hingga menyentuh angka 4,3 juta ton blue ammonia.

Pemanfaatan sistem CCS akan difungsikan agar emisi karbon yang berasal dari operasional pabrik amonia dapat dijerat lalu dialirkan kembali ke dalam sumur migas maupun saline aquifer kepunyaan PHE.

Skema tersebut sekaligus memosisikan Indonesia sebagai pusat CCS (hub CCS) tingkat regional di kawasan Asia Tenggara yang diproyeksikan memiliki daya tampung hingga 4,3 gigaton karbon.

Bagian dari rencana pengembangan krusial ini bakal dijalankan di Aceh dengan mendayagunakan sarana pabrik milik anak usaha Pupuk Indonesia, yakni Pupuk Iskandar Muda (PIM).

PGN bersinergi bersama Pertamina dan PHE demi mendirikan CCS Hub.

Sarana pemrosesan injeksi tersebut ke depannya bakal mampu mengasimilasi emisi karbon yang lepas dari pabrik pupuk maupun bermacam-macam sektor industri hilir yang lain.

Agenda besar ini menjadi wujud kepatuhan jangka panjang dari perusahaan BUMN demi merealisasikan sasaran Net Zero Emission (NZE) di Indonesia sebelum memasuki tahun 2060, melalui transformasi amonia konvensional ke arah produk yang jauh lebih aman bagi lingkungan.

Reporter: David Ilham