Target PNBP Minerba 2026 Terancam Meleset Akibat Pertambangan Lesu
- Jumat, 08 Mei 2026
JAKARTA - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) memberikan peringatan bahwa target setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) pada tahun ini berisiko tidak tercapai.
Hal ini disebabkan oleh kinerja industri pertambangan yang mengalami kontraksi cukup mendalam pada kuartal I-2026.
Ketua Dewan Penasihat Perhapi Rizal Kasli menilai bahwa lesunya aktivitas pertambangan di awal tahun ini berpotensi membuat realisasi PNBP minerba sepanjang tahun hanya menyentuh angka 90% dari target 2026 yang ditetapkan sebesar Rp134 triliun.
Baca JugaIndonesia Jadi Pusat Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik Global
Menurutnya, produksi emas dari tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) mengalami penurunan pada awal tahun ini sebagai dampak dari longsor yang terjadi pada tahun lalu.
Di samping itu, pengurangan produksi batu bara juga tercatat cukup signifikan, yakni sebesar 150 juta ton menjadi 600 juta ton.
Mengenai pemangkasan kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, Rizal memproyeksikan kebijakan tersebut akan memicu langkah efisiensi penggunaan alat berat serta pengurangan tenaga kerja tambang oleh perusahaan.
“Tujuan pemerintah mengurangi kuota produksi lebih kepada menjaga kestabilan harga komoditas akibat oversupply di pasar global. Namun, dampaknya terasa juga kepada cashflow dan keuntungan perusahaan,” jelas Rizal saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).
Ia menambahkan, “Untuk target PNBP yang sebesar Rp134 triliun kemungkinan tercapai sekitar Rp120—Rp130 triliun atau 90%—97% dari target.”
Rizal memperkirakan setoran PNBP dari royalti batu bara dengan asumsi volume produksi 600 juta ton dan harga pasar saat ini dapat mencapai kisaran Rp90 triliun.
Ia juga menggarisbawahi bahwa pasar batu bara sebenarnya tidak dalam kondisi lesu karena tensi di Timur Tengah justru memicu kenaikan permintaan.
“Filipina dikabarkan menambah pesanan batu bara dari Indonesia. Harga batu bara juga melonjak karena faktor tersebut,” terang Rizal.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai 5,61% secara year on year (yoy).
Namun, jika dilihat dari lapangan usaha, industri pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi hingga 21,4%, diikuti industri pengadaan listrik dan gas yang terkontraksi 0,99%.
Kondisi negatif di industri pertambangan ini terjadi saat sektor usaha lainnya tetap tumbuh positif pada awal tahun.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri telah menurunkan target produksi batu bara tahun ini dalam RKAB 2026 menjadi 600 juta ton, berkurang dari realisasi produksi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton.
Sementara itu, Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mencatat angka ekspor batu bara nasional pada kuartal I-2026 sebesar 112 juta ton, atau merosot 10,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
APBI menyebut pelemahan permintaan global pada awal tahun ini terutama dipengaruhi oleh penurunan serapan dari negara tujuan utama seperti China dan India.
Kementerian ESDM menargetkan PNBP sektor minerba sebesar Rp134 triliun untuk tahun ini, naik 7,63% dari target 2025 sebesar Rp124,5 triliun.
Sebagai perbandingan, realisasi PNBP minerba pada tahun lalu mencapai Rp138,37 triliun atau 108,56% dari target DIPA yang ditetapkan.
Dari total produksi batu bara tahun 2025 sebesar 790 juta ton, sebagian besar atau sekitar 514 juta ton dialokasikan untuk pasar ekspor, sementara serapan domestik (DMO) tercatat sebesar 254 juta ton.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












