The Battery Show Asia 2026 Perkuat Ekosistem Baterai RI di Mata Dunia
- Jumat, 08 Mei 2026
JAKARTA – Posisi Indonesia dalam industri baterai dunia memasuki babak baru di tengah percepatan transisi energi global. Jika sebelumnya Indonesia lebih dikenal sebagai pemasok bahan baku, kini arahnya berkembang membangun ekosistem industri baterai dari hulu hingga hilir.
Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat industri nasional, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat rantai pasok kendaraan listrik dan penyimpanan energi di Asia.
Baterai saat ini tidak lagi dipandang sekadar komponen pendukung. Bagi Indonesia, baterai sudah menjadi fondasi penting dalam masa depan energi nasional.
Baca JugaIndonesia Jadi Pusat Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik Global
Dukungan cadangan nikel yang mencapai sekitar 1,6 juta ton, ditambah meningkatnya investasi di sektor kendaraan listrik dan battery energy storage system atau BESS, membuat Indonesia menjelma sebagai salah satu pemain penting dalam rantai pasok baterai lithium-ion global.
Data mencatat pasar baterai Indonesia pada 2024 bernilai sekitar USD 1,45 miliar dan diproyeksikan terus tumbuh hingga 2030 dengan pertumbuhan mencapai 23,7 persen. Sementara itu, pasar BESS diperkirakan meningkat dari USD 4,36 miliar menjadi USD 15,82 miliar pada 2032.
Untuk mendukung transisi energi ini, Presiden RI akan fokus pada percepatan program melalui target 100 Gigawatt pembangunan PLTS guna mempercepat kemandirian energi dan penggunaan energi bersih.
Momentum tersebut menjadi latar belakang hadirnya kembali The Battery Show Asia - Indonesia 2026. Pameran ini akan berlangsung pada 2 sampai 5 September 2026 di Jakarta International Expo Kemayoran, sebagai bagian dari rangkaian besar Indonesia Energy & Engineering Series 2026.
Memasuki edisi keduanya, pameran ini menjadi ruang pertemuan bagi seluruh rantai industri baterai, mulai dari produsen sel baterai, battery pack assemblers, sistem manajemen baterai, energy storage system, battery recycling, hingga integrasi dan perluasan infrastruktur kendaraan listrik serta solusi energi terbarukan.
Lebih dari sekadar menampilkan teknologi terbaru, The Battery Show Asia - Indonesia juga menjadi tempat bertemunya investor, pelaku manufaktur, regulator, asosiasi industri, hingga institusi riset yang sama-sama melihat baterai sebagai bagian penting dari masa depan energi.
Perkumpulan Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia dan National Battery Research Institute pun telah memastikan keterlibatan aktif mereka.
Di sinilah diskusi tentang investasi, efisiensi produksi, keamanan baterai, hingga kesiapan sumber daya manusia akan berlangsung dalam konteks nyata.
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, menilai perkembangan industri baterai saat ini menunjukkan bahwa batas antara sektor energi, manufaktur, dan teknologi semakin tipis.
“Hari ini kami tidak lagi berbicara tentang baterai hanya sebagai produk, tetapi sebagai bagian dari strategi industri nasional. Dari kendaraan listrik, renewable energy, hingga sistem penyimpanan data untuk kebutuhan industri, semuanya membutuhkan ekosistem yang terhubung. Melalui The Battery Show Asia – Indonesia, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan seluruh rantai nilai tersebut agar kolaborasi, investasi, dan inovasi bisa tumbuh lebih cepat. Sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” ujarnya.
The Battery Show Asia - Indonesia akan diselenggarakan bersamaan dengan pameran Electric & Power Indonesia serta Data Center Asia - Indonesia. Ketiga pameran yang berada di bawah payung Energy Week - IEE Series 2026 ini membentuk satu rangkaian industri yang saling terhubung, mulai dari pembangkitan energi, penyimpanan daya, hingga sistem digital yang mengelola dan mengoptimalkan operasionalnya. Pendekatan ini menjadikan IEE Series 2026 sebagai full-stack industrial ecosystem, di mana setiap lapisan industri tidak lagi berjalan sendiri, melainkan saling menopang dalam satu platform.
Bagi pelaku industri, momentum ini bukan hanya soal peluang bisnis. Ketika rantai pasok global mulai bergeser ke Asia Tenggara, keputusan untuk hadir bisa menjadi langkah penting dalam menentukan bisnis ke depan. Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar EV yang menjanjikan, tetapi sedang membangun dirinya sebagai pusat produksi dan inovasi baterai di kawasan.
PT Kaltimex Energy Indonesia, yang telah berpartisipasi dalam rangkaian pameran ini sejak 2003, melihat hadirnya The Battery Show Asia – Indonesia sebagai ruang yang tepat untuk memperluas koneksi sekaligus membaca arah perkembangan industri ke depan. PT Sekisui Polymatech juga menyatakan semangatnya atas hadirnya pameran ini pada 2026.
“Kami ingin lebih jauh mengenalkan produk kami berupa komponen yang bisa digunakan untuk sektor otomotif dan elektronik sebagai bahan media transfer panas dari sumber panas ke pendingin. Inovasi ini tentu akan bisa diaplikasikan di banyak perusahaan B2B lain. Kami terkesan selama mengikuti pameran ini dan bisa mendapatkan banyak insight baru, melihat teknologi-teknologi baru yang ditampilkan, dan berkoneksi dengan pengunjung dari berbagai industri. Apalagi dengan partisipasi di The Battery Show Asia - Indonesia 2026 ini, kami berharap bisa bertemu exhibitor yang lebih bervariasi lagi dan mendapatkan lebih banyak manfaat dari platform ini,” papar perwakilan dari PT Sekisui Polymatech.
Kehadiran pemain penting seperti BryAir, Shandong Gelon Lib Co., Ltd., Enertex Global Energy Private Limited, Ksterminals Technology Indonesia, serta Trafoindo Prima Perkasa menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap solusi baterai kini semakin luas, tidak hanya untuk sektor otomotif, tetapi untuk efisiensi operasional industri, smart grid, dan integrasi energi terbarukan.
Rangkaian acara juga akan diperkuat melalui berbagai forum industri di TBSI Stage. Pembahasan pertama akan memaparkan posisi industri baterai Indonesia dalam lanskap industri baterai global serta perannya dalam transisi energi kawasan.
Mengangkat tema Indonesia’s Role in the Global Battery Supply Chain - Indonesia as a Regional Hub for Renewable Energy, diskusi juga akan membahas solusi-solusi keamanan dan efisiensi baterai.
Forum berikutnya membahas pengelolaan baterai kendaraan listrik di Indonesia melalui tema Thermal Management in Batteries: Ensuring Safety in Indonesia’s Tropical Climate.
Topik daur ulang dan ekonomi sirkular akan diangkat dalam Sustainable Battery Development: Recycling and Circular Economy in Indonesia, yang diharapkan mendorong investasi terkait pengelolaan dan regulasi dari pengelolaan sampah baterai.
Terakhir, TBSI akan mengangkat peran sumber daya manusia lewat topik Sustainable Battery Development: Building Indonesia’s Battery Workforce for the Energy Transition.
Setelah sukses dengan penyelenggaraan The Battery Show Asia di Hong Kong pada 10 sampai 12 Maret 2026 yang mempertemukan 200 peserta pameran dan lebih dari 15.000 pembeli profesional dari 103 negara, The Battery Show Asia - Indonesia diharapkan juga menjadi ruang diskusi strategis bagi kemajuan industri baterai nasional.
Transisi energi tidak hanya berbicara tentang mengganti sumber energi, tetapi juga tentang membangun sistem industri baru yang mampu menopangnya. Dalam sistem itu, baterai menjadi salah satu elemen utama yang akan menentukan pertumbuhan industri ke depan.
Melalui The Battery Show Asia - Indonesia 2026, IEE Series menghadirkan ruang di mana masa depan industri baterai Indonesia tidak hanya dipamerkan, tetapi juga mulai dibangun bersama.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












