Sukses Lewati Target, Jateng Kembangkan 2.331 Desa Mandiri Energi
- Selasa, 19 Mei 2026
JAKARTA - Pencapaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di wilayah Jawa Tengah pada tahun 2025 berhasil melewati target yang telah ditetapkan dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED).
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa realisasi bauran EBT kini telah mencapai angka 22,33 persen, melebihi target tahun ini yang berada di angka 21,3 persen.
Akselerasi pemanfaatan energi bersih tersebut turut didorong oleh pembentukan ribuan Desa Mandiri Energi (DME) di berbagai pelosok Jawa Tengah yang mulai mengoptimalkan potensi energi setempat.
Baca JugaInovasi Mahasiswa Polinef Hadirkan Solusi Nyata di Papua Barat
Muhammad Galih Swastandhi selaku Staf Bidang EBTKE Dinas ESDM Jateng menjelaskan, kini terdapat 2.331 Desa Mandiri Energi yang aktif menggerakkan penggunaan EBT berbasis potensi di wilayah mereka masing-masing.
“Di Jawa Tengah sebenarnya sudah ada sekitar 2.331 Desa Mandiri Energi yang mana artinya desa tersebut sudah mulai bergerak memanfaatkan EBT dengan potensi lokal,” jelas Galih di Semarang, Senin (18/5/2026).
“Kami menilai dari inisiatif dan dampaknya, semakin banyak warga yang merasakan dampak, level desanya akan semakin naik. Kami juga berikan apresiasi berupa penghargaan karena kemampuan fiskal daerah yang terbatas,” imbuhnya.
Berdasarkan pemaparan Galih, klasifikasi pengembangan Desa Mandiri Energi dibagi ke dalam tiga tingkatan, yakni Desa Mandiri Inisiatif, Desa Mandiri Berkembang, serta Desa Mandiri Mapan.
Proses evaluasi dijalankan dengan melihat seberapa besar dampak pemanfaatan energi terbarukan bagi masyarakat desa.
Pemerintah Provinsi Jateng juga secara konsisten menstimulasi keberlanjutan program energi bersih melalui pemberian penghargaan Desa Mandiri Energi serta Jateng Energy Transition Award (JETA).
Bukan hanya itu, jajaran pemerintah desa turut diimbau untuk mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja desa guna mendukung implementasi EBT secara mandiri.
Di sisi lain, Pemprov Jateng kini tengah melakukan kajian ulang terhadap kebijakan energi di tingkat daerah demi menyelaraskan dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN) terbaru yang diatur dalam PP Nomor 40 Tahun 2025.
Langkah peninjauan tersebut dilakukan dengan memperhatikan proyeksi pasokan dan permintaan energi hingga tahun 2060, termasuk memetakan peluang penyesuaian target bauran energi daerah.
“Terkait target nasional yang kabarnya disesuaikan ke sekitar 17 atau 18 persen di PP yang baru, kami sementara belum bisa membeberkan angka target penurunan di daerah karena harus melihat dulu hasil pemodelan teman-teman ke depannya sampai 2060 seperti apa,” kata Galih.
Pada perkembangannya, pemanfaatan energi terbarukan di sektor ketenagalistrikan masih mendapat sorotan dari sejumlah pemerhati lingkungan.
Salah satu hal yang dikritisi adalah kebijakan program pencampuran biomassa (co-firing) pada beberapa pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Jawa Tengah.
Juru Kampanye Bioenergi Trend Asia, Bayu Maulana Putra, menilai penggunaan biomassa berupa serbuk kayu berpotensi memicu lonjakan kebutuhan bahan baku disebabkan nilai kalori yang dimiliki lebih rendah daripada batu bara.
“Di Jawa Tengah ada sekitar dua PLTU yang sudah beroperasi, meskipun satu di antaranya seperti Tanjung Jati B (Jepara) masih tahap uji coba. Kalau nilai kalor lebih rendah, otomatis kebutuhan biomassa lebih besar. Ini yang kami khawatirkan justru meningkatkan emisi secara keseluruhan,” ujar Bayu dalam diskusi publik di Kota Lama Semarang, Sabtu (16/5/2026).
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












