Pertamina NRE dan CUSP Jajaki Proyek Energi Surya di Bangladesh
- Selasa, 19 Mei 2026
JAKARTA - Negara luar mulai memanfaatkan teknologi asal Indonesia demi pengembangan energi terbarukan.
Salah satunya, Bangladesh mulai menaruh minat pada pengalaman Indonesia dalam urusan pengembangan energi surya serta energi terbarukan.
Hal tersebut ditandai lewat penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pertamina NRE dan Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd guna menjajaki kemitraan pengembangan energi terbarukan di Bangladesh.
Baca JugaInovasi Mahasiswa Polinef Hadirkan Solusi Nyata di Papua Barat
Kemitraan tersebut meliputi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya atau solar PV hingga peluang kerja sama operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance/O&M).
Kolaborasi ini menjadi pijakan awal kedua perusahaan dalam meneliti peluang investasi serta pengembangan proyek energi bersih di Bangladesh, selaras dengan percepatan transisi energi global dan penguatan kolaborasi regional pada sektor energi berkelanjutan.
Kemitraan tersebut juga dianggap menunjukkan kepercayaan Bangladesh terhadap pengalaman Indonesia dalam pengembangan proyek energi baru dan terbarukan, khususnya energi surya berskala besar.
Dalam kemitraan itu, kedua pihak bakal melaksanakan studi kelayakan yang meliputi aspek teknis, pasar, bisnis, lingkungan, hukum sampai risiko proyek.
Di samping itu, kedua perusahaan pun akan menjajaki kerja sama strategis, teknis, serta komersial, termasuk pertukaran ilmu dan penerapan teknologi energi terbarukan.
Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengutarakan kemitraan ini menjadi langkah strategis dalam memperlebar pengembangan energi hijau pada tingkat internasional.
"Di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momentum penting dan langkah strategis bagi pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh," ujar John Anis di Jakarta, Senin (18/5/2026).
John mengimbuhkan, pengembangan kemitraan di Bangladesh berpotensi memperkokoh portofolio internasional perusahaan yang sebelumnya telah bertumbuh di Filipina.
"Saat ini Pertamina NRE telah memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini. Pencapaian konkret tersebut menjadi modal penting bagi Pertamina NRE untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh," tambahnya.
Sementara itu, Chairman CUSP Ziaur Rahman menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam menyajikan solusi energi bersih di Bangladesh.
"Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan solusi energi bersih yang inovatif, efisien, dan berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di Bangladesh," kata Ziaur Rahman.
Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan berharap bisa menyokong percepatan transisi energi global dan target Net Zero Emission Indonesia 2060, sekaligus memperkuat investasi hijau serta pengembangan teknologi energi bersih di kedua negara.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












