Lima Ponpes di Jateng Bakal Terima Bantuan Paket PLTS
- Selasa, 19 Mei 2026
SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merencanakan alokasi bantuan sarana Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk lima pondok pesantren pada tahun anggaran 2026.
Masing-masing pondok pesantren tersebut diperkirakan akan mendapatkan fasilitas PLTS dengan nilai nominal Rp130 juta sebagai langkah nyata dalam memperluas jangkauan energi baru terbarukan (EBT) di lingkungan komunitas masyarakat.
Program ini direalisasikan melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah dengan memprioritaskan sejumlah pondok pesantren di beberapa daerah, meliputi Kabupaten Batang, Kota Pekalongan, sampai kawasan Lasem di Kabupaten Rembang.
Baca Juga
Petugas Bidang Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Jateng, Muhammad Galih Swastandhi menerangkan bahwa unit PLTS yang disalurkan mempunyai daya 5 kWp dengan sistem on-grid serta disertai alat pemantau otomatis.
“PLTS nilainya kisaran Rp130 juta per unit dengan kapasitas 5 kWp berstatus on-grid dan dilengkapi alat monitoring,” ujarnya di Kota Semarang, Senin (18/5/2026).
Galih menjabarkan bahwa sistem bantuan tersebut diserahkan dalam bentuk hibah barang, yang mana proses pengadaan sampai pengerjaan instalasi sepenuhnya ditanggung oleh pihak pemerintah provinsi.
Di sisi lain, perwakilan pengurus pondok pesantren bakal memegang peran sebagai penerima manfaat sekaligus pihak yang mengelola operasional perangkat tersebut.
“Bantuannya berupa barang dan kami tetap lakukan monitoring berkala 1 hingga 2 tahun pascapembangunan,” kata Galih.
Ia menilai bahwa proyek besar ini tidak hanya ditargetkan untuk memperluas implementasi energi ramah lingkungan pada institusi pendidikan keagamaan, tetapi juga memicu penguatan Desa Mandiri Energi di wilayah Jawa Tengah.
Hingga kini, Pemprov Jateng mencatat telah terbentuk sekitar 2.331 Desa Mandiri Energi yang memanfaatkan potensi energi bersih dengan modal lokal.
Meski begitu, Galih membenarkan bahwa percepatan adopsi energi baru terbarukan di tingkat daerah masih menemui berbagai kendala, khususnya terkait kesiapan sikap masyarakat untuk beralih ke energi bersih.
“Pertama terkait kesadaran ya, keinginan untuk bergerak (berkembang) itu masih terbatas,” ujarnya.
Ia menganggap sumber energi matahari menjadi salah satu opsi paling prospektif untuk dikembangkan di Jawa Tengah karena didukung oleh melimpahnya sinar matahari, termasuk pada kawasan perkotaan seperti Kota Semarang.
“Potensi PLTS itu di Semarang sangat besar,” katanya.
Selain program pemasangan PLTS di lingkungan pesantren, Dinas ESDM Jateng juga tengah mempersiapkan proyek energi terbarukan lain untuk sisa waktu tahun 2026, yang mencakup pembangunan 13 unit instalasi biogas serta tiga unit Pembangkit Air Tenaga Surya (PATS).
Langkah berkelanjutan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pasokan energi di sektor pendidikan, sekaligus menjadi proyek percontohan penerapan energi bersih berbasis kelompok masyarakat di Jawa Tengah.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












