Eddy Soeparno Temui Temasek Bahas Proyek EBT dan Iklim

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 20 Mei 2026
Eddy Soeparno Temui Temasek Bahas Proyek EBT dan Iklim
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno (FOTO: NET)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno mengadakan pertemuan dengan Kepala Kebijakan Internasional dan Tata Kelola Temasek, Ashok Mirpuri.

Kegiatan tersebut dilangsungkan menjelang dimulainya acara Ecosperity Week 2026 di Singapura.

Melalui diskusi itu, Eddy memaparkan terkait kebijakan energi nasional, termasuk langkah percepatan transisi energi yang tengah digulirkan pemerintah.

"Sektor pengembangan energi surya, bayu, hidro dan panas bumi merupakan diantara sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) yang akan diprioritaskan pemerintah ke depan sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk membangun perekonomian," ujar Eddy dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026). "Perlu kami sampaikan bahwa pembangunan ekonomi tersebut akan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan, khususnya aspek dekarbonisasi," lanjut Eddy.

Di sisi lain, Ashok yang merupakan mantan Duta Besar Singapura untuk Indonesia menjelaskan beragam aktivitas investasi di sektor energi terbarukan oleh unit bisnis Temasek, seperti Sembawang Corp dan Keppel.

"Temasek membuka pintu selebar-lebarnya untuk berpartisipasi dalam pengembangan proyek-proyek EBT di Indonesia, termasuk Pembangkit Sampah Energi Listrik yang tengah dibangun secara masif oleh pemerintah," ungkap Ashok.

Pada momen yang sama, Eddy juga menemui CEO Temasek, Dhilan Pillay Sandrasegara dalam jamuan makan pembukaan Ecosperity Week untuk mendiskusikan poin-poin krusial terkait isu perubahan iklim.

Eddy turut menjabarkan sejumlah regulasi yang menopang program pengendalian iklim di tanah air, salah satunya Perpres 110/2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon, yang diproyeksikan mampu mempercepat perdagangan karbon sekaligus menekan emisi.

"Kami juga menjelaskan bahwa selaku anggota DPR terus berupaya mendorong pembahasan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim dalam rangka menghadirkan payung hukum untuk memperkuat upaya Indonesia dalam menangani krisis iklim yang telah membawa dampak kenaikan suhu, cuaca ekstrem, bencana alam dan degradasi ekologi yang akut," kata Eddy.

Melalui agenda ini, Dhilan Pillay memaparkan secara komprehensif mengenai komitmen Temasek dalam menjalankan investasi yang baik, bijak, dan bertanggung jawab dengan mematuhi aspek keberlanjutan.

Dhilan pun mengutarakan ketertarikannya untuk memperlebar sayap kemitraan investasi di sektor industri Indonesia, berkaca pada keberhasilan investasi terdahulu yang mengoptimalkan keahlian SDM lokal.

Seperti yang diketahui, Ecosperity Week di Singapura merupakan forum kebijakan iklim terbesar di kawasan, dan Eddy dijadwalkan hadir menjadi pembicara pada sesi 'Pengembangan Pasar Karbon' serta diskusi terbatas bertajuk 'Penanganan Perubahan Iklim di Asia Tenggara'.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua