Dukung NZE, PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Kembangkan Bioenergi

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 20 Mei 2026
Dukung NZE, PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Kembangkan Bioenergi
upacara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT PLN Energi Primer Indonesia dan PT Sorbu Agro Energi (FOTO: NET)

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) tengah menjajaki potensi kerja sama dalam mengembangkan bioenergi dari sorgum bersama PT Sorbu Agro Energi demi mendukung percepatan transisi energi serta target net zero emission (NZE).

Sinergi ini diresmikan melalui prosesi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di Jakarta.

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia, Hokkop Situngkir, mengungkapkan bahwa biomassa memegang keunggulan penting karena mampu memangkas emisi karbon secara langsung melalui metode substitusi batu bara pada pembangkit listrik.

“Berbeda dengan energi terbarukan lain yang bersifat menggantikan, biomassa mampu mereduksi emisi secara langsung. Substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa menjadi langkah nyata dalam menurunkan emisi,” ujar Hokkop, melalui keterangan tertulis, Selasa, 19 MEi 2026.

Hokkop memaparkan bahwa proyek bioenergi berbasis sorgum ini bukan sekadar menyokong transisi energi, melainkan ikut menyelaraskan diri dengan agenda Asta Cita Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi serta ketahanan pangan nasional.

Pada saat ini, beberapa negara termasuk Jepang dan Korea Selatan tengah gencar menaikkan volume penggunaan biomassa sekaligus aktif berburu pasokan baru.

Di sisi lain, PLN EPI sendiri tercatat telah mengelola dan mengembangkan hampir 14 varian biomassa guna menyuplai kebutuhan cofiring pada PLTU.

Hingga periode sekarang, perseroan telah mengunci kontrak pasokan biomassa yang mencapai kisaran 1 juta ton lewat jalinan hampir 100 kerja sama dengan beragam mitra usaha.

Melalui kemitraan teranyar ini, PLN EPI bakal memegang peran sebagai offtaker biomassa sekaligus kreator ekosistem energi primer, sedangkan aspek budidayanya diserahkan kepada pihak mitra.

PLN EPI juga menjamin adanya kepastian penyerapan hasil produksi serta penerapan skema bisnis yang berkelanjutan bagi para pelaku industri.

“Kami berfokus pada penyediaan dan penyerapan biomassa untuk pembangkit. Untuk sektor budidaya, kami bekerja sama dengan mitra agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan,” kata Hokkop.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Sorbu Agro Energi, Verdi Budiman, mengonfirmasi bahwa korporasinya saat ini tengah menggarap lahan konsesi seluas kurang lebih 10.000 hektare di Gorontalo, dengan peluang ekspansi hingga 40.000 hektare lewat skema perhutanan sosial.

Fase awal dari proyek pengembangan ini bakal dipusatkan di Desa Totopo, Gorontalo, di atas lahan seluas 218 hektare yang berjarak sekitar 56 kilometer dari lokasi PLTU Anggrek Gorontalo Utara.

Agenda besar tersebut nantinya diimplementasikan lewat konsep pentahelix yang menyatukan unsur Pemerintah/BUMN, masyarakat/komunitas, pihak swasta, akademisi, hingga media massa.

“Kami diharapkan menjadi lokomotif program perhutanan sosial berbasis ekosistem terintegrasi yang mencakup energi biomassa, peternakan, biogas, dan produk turunan lainnya. Kolaborasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN EPI dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo,” ujarnya.

Sementara itu, batasan ruang lingkup kerja sama dari kedua belah pihak ini meliputi pelaksanaan studi pengembangan bioenergi, pembangunan biomass hub untuk wilayah Sulawesi, pengkajian teknologi, sampai dengan penjajakan pemanfaatan biomassa kayu dan kekayaan hayati lainnya demi menyokong transisi energi di level nasional.

Langkah taktis kolaborasi bioenergi sorgum ini menjadi bukti riil dalam membangun ekosistem energi bersih yang berbasis pada kerakyatan, di mana pengelolaan potensi lokal mampu bertransformasi menjadi solusi global untuk menekan emisi, mengokohkan ketahanan energi, dan mendongkrak ekonomi masyarakat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua