DEN Gandeng ITS Kembangkan Energi Biru dan Teknologi Kelautan

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 20 Mei 2026
DEN Gandeng ITS Kembangkan Energi Biru dan Teknologi Kelautan
Wakil Rektor III ITS Imam Baihaqi ST MSc PhD saat memberikan sambutannya dalam forum diskusi dengan Dewan Energi Nasional (FOTO: NET)

SURABAYA - Dewan Energi Nasional (DEN) menggandeng ITS Surabaya untuk memperkuat strategi energi nasional melalui pengembangan aspek teknologi dan sumber daya manusia.

Kolaborasi tersebut diimplementasikan lewat agenda Sarasehan Energi bertajuk “Strategi Energi Biru dan Transformasi Ekonomi Pesisir” yang digelar di Auditorium Research Center ITS pada Senin (18/5/2026).

Acara ini menjadi sarana bagi DEN untuk menyerap berbagai masukan konstruktif dari kalangan akademisi demi menciptakan kebijakan energi nasional yang lebih inklusif dan adaptif menghadapi tantangan global.

Dr Ir Satya Widya Yudha MSc PhD selaku Anggota DEN Pemangku Kepentingan mengungkapkan bahwa Indonesia wajib meningkatkan ketahanan serta kemandirian energi nasional di tengah situasi geopolitik dunia yang dinamis.

ITS dinilai memiliki kapabilitas yang sangat baik dalam sektor pengembangan teknologi energi, sehingga dipilih sebagai mitra strategis.

“Kami hadir di ITS untuk bersama-sama melihat bagaimana implementasi kebijakan ini bisa dilakukan. Kolaborasi ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam penyusunan peta jalan kerja sama yang lebih luas guna merealisasikan target-target energi nasional,” kata Satya Widya.

Ia menjelaskan bahwa ada dua pilar krusial yang mesti dipersiapkan oleh pihak universitas, yaitu kesiapan SDM masa depan dan penguasaan teknologi energi.

Satya Widya juga menekankan bahwa regulasi energi nasional kini telah diperkuat lewat Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 yang mendapat persetujuan DPR RI.

“Peraturan ini peraturan yang sangat tinggi hirarkinya di dalam sistem perundang-undangan. Kewajiban kami adalah mensosialisasikan apa-apa yang ada di dalam kebijakan energi nasional terkait strategi penurunan emisi karbon, skenario permintaan energi ke depan, dan kemampuan suplai energi,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Satya Widya turut memaparkan terkait regulasi subsidi energi yang dijalankan pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah tetap mempertahankan stabilitas harga BBM Pertalite dan LPG 3 kilogram hingga akhir tahun di tengah fluktuasi harga energi global.

Meski demikian, pemerintah ke depannya tengah menyiapkan perubahan skema subsidi, yakni beralih dari subsidi komoditas menjadi subsidi yang disalurkan langsung kepada kelompok masyarakat rentan.

“Kedepan pemerintah sedang mengumpulkan data masyarakat rentan agar subsidi bisa diarahkan dari subsidi komoditas menjadi subsidi langsung kepada orang yang berhak menerima,” ungkapnya.

Di sisi lain, Prof Agus Muhammad Hatta selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS menegaskan bahwa sektor perguruan tinggi memegang peran yang sangat krusial dalam menyokong kebijakan energi nasional.

“ITS siap mengawal langkah pemerintah melalui penyediaan SDM, riset dan inovasi teknologi, terutama dalam bidang maritim,” ujar Hatta.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua