Selasa, 12 Mei 2026

Program Smart & Green Building PLN: Pasang PLTS Atap di 400 Gedung

Program Smart & Green Building PLN: Pasang PLTS Atap di 400 Gedung
Peluncuran program Smart & Green Building PLN di Kantor Pusat PLN (FOTO: NET)

JAKARTA - PT PLN (Persero) secara resmi telah memulai penerapan sistem manajemen energi pintar di area perkantoran dengan meluncurkan program Smart & Green Building.

Proyek tersebut diawali lewat pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dengan total kapasitas 12 megawatt peak (MWp) yang diresmikan di Kantor Pusat PLN, Jakarta, pada Jumat (8/5/2026).

Langkah strategis ini dilaksanakan guna mempercepat efisiensi energi, mengurangi emisi karbon, serta memaksimalkan transformasi digital dalam operasional perusahaan hingga tahun 2035.

Baca Juga

PLN IP Perkuat Bisnis Beyond kWh Lewat Perdagangan Karbon Global

Melalui program tersebut, teknologi energi terbarukan diintegrasikan ke dalam ekosistem kantor PLN, yang meliputi pemasangan PLTS atap, sistem digital pengatur pemakaian listrik, hingga penggunaan pendingin ruangan pintar yang dapat dipantau secara langsung.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memaparkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara perusahaan energi mengelola penggunaan listrik.

Saat ini, PLN tengah memperluas fokusnya dari sekadar penjualan listrik menuju model bisnis yang mengelola ekosistem energi digital.

“Dulu, paradigma PLN adalah menjual listrik dan mengoptimalkan biaya. Sekarang PLN bertransformasi menjadi energy digital platform yang mengorkestrasi ekosistem energi melalui kolaborasi dan value creation,” ujar Darmawan dikutip dari berbagai sumber, Senin (11/5/2026).

Darmawan menilai bahwa teknologi seperti otomasi bangunan, kendaraan listrik, dan PLTS Atap telah mengubah posisi rumah serta gedung dari konsumen pasif menjadi bagian aktif dalam sistem kelistrikan.

“Ke depan gedung dan rumah tidak lagi hanya memakai energi, tetapi mampu memproduksi dan mengelolanya sendiri. Karena itu PLN harus siap menghadapi ekosistem energi yang semakin digital dan dua arah,” imbuhnya.

Sebagai proyek percontohan tahap awal, PLN menerapkan teknologi ini di Gedung Trapesium, Kantor Pusat PLN.

Gedung itu kini dilengkapi dengan PLTS atap berkapasitas 89,28 kilowatt peak yang sudah terintegrasi dengan energy management system.

Fasilitas tersebut memungkinkan pengawasan pemakaian listrik secara real-time dan pendistribusian energi yang lebih efisien.

Komisaris Independen PLN Andi Arief menganggap inisiatif ini sebagai bentuk nyata PLN dalam menjalankan efisiensi energi di internal organisasi.

“Kami ini perusahaan penjual energi. Tidak elok rasanya kalau bicara transisi energi kepada pelanggan, tetapi kantor kami sendiri masih boros. PLN harus menjadi etalase efisiensi energi itu sendiri,” ujar Andi.

Ia juga menegaskan bahwa transformasi yang berfokus pada keberlanjutan merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang dan bukan sekadar beban lingkungan.

“Sustainability bukan sekadar biaya tambahan, tetapi bagian dari efisiensi dan investasi masa depan perusahaan,” tambah Andi.

Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN Khairullah menjelaskan bahwa pengerjaan Smart & Green Building ini merupakan hasil kolaborasi internal PLN Group, yang melibatkan PLN Icon Plus dan Dana Pensiun PLN melalui skema managed service.

“Pada tahap awal 2026, PLN memulai implementasi di 10 gedung,” jelas Khairullah.

Pada fase pertama, PLN menargetkan pemasangan PLTS Atap sebesar 1.100 kilowatt peak serta 471 unit IoT Smart AC.

Dari total 1.300 gedung di seluruh Indonesia, PLN telah mengidentifikasi sekitar 400 gedung yang memenuhi syarat untuk dipasangi panel surya.

Dalam rencana jangka panjang periode 2026–2035, total kapasitas PLTS Atap ditargetkan dapat mencapai 12 MWp.

Selain itu, PLN juga menargetkan pengoperasian 7.251 unit IoT Smart AC yang diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan emisi karbon hingga 0,3 juta ton karbon dioksida ekuivalen.

“Dalam roadmap 2026–2035, PLN menargetkan kapasitas PLTS Atap mencapai 12 megawatt peak, penggunaan 7.251 unit IoT Smart AC, serta kontribusi pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent,” pungkas Khairullah.

David Ilham

David Ilham

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Laba Kuartal I Saudi Aramco Tembus Rp 581 T, Lampaui Ekspektasi Analis

Laba Kuartal I Saudi Aramco Tembus Rp 581 T, Lampaui Ekspektasi Analis

Dedi Mulyadi: Membangun Tol Itu Mudah, Menanam Pohon Rimbun yang Sulit

Dedi Mulyadi: Membangun Tol Itu Mudah, Menanam Pohon Rimbun yang Sulit

Kasus Pemerasan Oknum Jaksa: Kuasa Hukum Serahkan Dua Ponsel Bukti

Kasus Pemerasan Oknum Jaksa: Kuasa Hukum Serahkan Dua Ponsel Bukti

Nadiem Makarim Tepis Dakwaan Korupsi Chromebook dalam Persidangan

Nadiem Makarim Tepis Dakwaan Korupsi Chromebook dalam Persidangan

Solusi BPH Migas Urai Antrean Panjang Solar Subsidi Balikpapan

Solusi BPH Migas Urai Antrean Panjang Solar Subsidi Balikpapan