PLN IP Perkuat Bisnis Beyond kWh Lewat Perdagangan Karbon Global
- Selasa, 12 Mei 2026
JAKARTA - PT PLN Indonesia Power tengah mengakselerasi transformasi bisnis energi bersih dengan mengintegrasikan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ke dalam skema perdagangan karbon internasional.
Langkah strategis ini dikukuhkan melalui penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) bersama DevvStream Inc. sebagai bagian dari perluasan portofolio bisnis 'beyond kWh' yang berbasis pada solar PV solution.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan fase krusial bagi perusahaan untuk menyelaraskan proyek PLTS dengan upaya monetisasi karbon di pasar dunia.
Baca JugaPercepat Investasi Migas, Wagub Sumut Tekankan Pemangkasan Birokrasi
"Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi PLN IP dalam mengintegrasikan pengembangan PLTS dengan skema monetisasi karbon global," katanya.
Kesepakatan tersebut diresmikan oleh Bernadus bersama CEO DevvStream Corp, Sunny Trinh, di Jakarta pada Selasa (5/2).
Dalam kemitraan ini, PLTS yang dibangun menggunakan sistem off-grid untuk mencukupi kebutuhan internal pelanggan secara mandiri tanpa tersambung ke jaringan listrik utama.
Seluruh mekanisme dijalankan dengan tetap mematuhi regulasi yang berlaku di sektor lingkungan hidup serta perdagangan emisi.
Melalui proyek ini, PLN Indonesia Power akan memproduksi sertifikat pengurangan emisi atau Verified Emission Reduction (VER) yang selanjutnya akan dipasarkan melalui DevvStream selaku mitra internasional.
Bernadus memandang langkah ini sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam membangun model bisnis berkelanjutan yang memberikan nilai lebih.
"Pengembangan solar PV solution berbasis off-grid ini merupakan bagian dari inovasi PLN Indonesia Power dalam menghadirkan solusi energi bersih di sisi operasional sekaligus membuka peluang monetisasi karbon. Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konsep 'beyond kWh' yang diusung PLN IP tidak hanya tertuju pada penjualan listrik, tetapi juga mencakup layanan energi terpadu, manajemen emisi, hingga optimalisasi aset energi milik konsumen.
Penerapan PLTS off-grid ini didesain untuk membantu pelanggan meraih efisiensi energi serta mengurangi emisi gas rumah kaca secara mandiri.
Di sisi lain, Sunny Trinh menyatakan bahwa kolaborasi tersebut membuka kesempatan besar bagi proyek karbon hijau asal Indonesia untuk masuk ke pasar internasional.
"Kami melihat potensi besar dari model solar PV off-grid, yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini merupakan pendekatan inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global," ujarnya.
Sinergi ini semakin memperkuat posisi PLN Indonesia Power sebagai pelopor solusi energi yang berbasis kebutuhan pelanggan sekaligus penyokong agenda dekarbonisasi nasional.
Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas penerapan solar PV solution guna mengoptimalkan pendapatan baru dari pasar karbon global.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












