Selasa, 12 Mei 2026

Ketegangan Meningkat, Trump Sebut Proposal Damai Iran Hanya Sampah

Ketegangan Meningkat, Trump Sebut Proposal Damai Iran Hanya Sampah
Presiden AS, Donald Trump (FOTO: NET)

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi yang sangat kritis.

Hal ini merupakan dampak dari kebuntuan dalam proses negosiasi terbaru yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

Merujuk pada laporan AFP, Trump berpendapat bahwa usulan balasan dari Iran justru menutup ruang bagi upaya perdamaian.

Baca Juga

PLN IP Perkuat Bisnis Beyond kWh Lewat Perdagangan Karbon Global

“Saya bisa bilang, ini salah satu (kondisi) yang paling lemah saat ini," kata Trump pada Senin (11/5/2026) kepada wartawan di Gedung Putih.

“Saya akan mengatakan gencatan senjata ini benar-benar seperti sedang memakai alat bantu hidup.” ujar trump.

Trump juga menyampaikan rencana untuk meninjau kembali pengawalan militer terhadap kapal minyak dan dagang di Selat Hormuz melalui Operation Freedom.

Operasi militer tersebut diketahui sempat berjalan pada 6 Mei sebelum akhirnya terhenti dalam waktu singkat.

AS sebelumnya meminta Iran menghentikan perluasan program nuklir, namun proposal jawaban Iran pada Minggu (10/5/2026) ditolak keras oleh Trump.

“Kami akan mendapatkan kemenangan penuh,” ujar Trump.

“Mereka berpikir saya akan lelah menghadapi ini. Saya akan bosan, atau mendapat tekanan. Tapi tidak ada tekanan.”

Trump menilai adanya perpecahan di internal kepemimpinan Iran antara kelompok moderat dan kelompok ekstrem yang ia sebut sebagai "orang gila".

“Orang-orang gila itu ingin bertarung sampai akhir. Anda tahu, itu akan menjadi pertarungan yang sangat cepat,” katanya.

Di sisi lain, Juru Bicara Kemenlu Iran, Esmail Baghaei, membela proposal Teheran dan menyebutnya sebagai usulan yang murah hati serta bertanggung jawab.

Berdasarkan data Tasnim, Iran meminta penghentian perang segera, pencabutan blokade laut, ganti rugi kerusakan, serta jaminan kedaulatan di Selat Hormuz.

Melalui platform Truth Social, Trump memberikan respons yang sangat tajam terhadap tuntutan dari pihak Iran tersebut.

“Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut ‘perwakilan’ Iran. Saya tidak suka itu—benar-benar tidak bisa diterima,” tulis Trump.

Saat berada di Gedung Oval, Trump bahkan tanpa ragu menyebut isi dokumen penawaran tersebut sebagai sesuatu yang tidak layak.

“Dokumen sampah yang mereka kirim kepada kami itu bahkan tidak saya selesaikan membacanya,” katanya.

Trump juga menuduh Iran melanggar janji terkait penyerahan stok uranium dan menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Namun, pihak yang memahami negosiasi menyebutkan bahwa pemindahan material nuklir sebenarnya tidak pernah ada dalam poin usulan awal.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tetap mendesak pembongkaran lokasi pengayaan dan pemindahan stok uranium Iran.

“Masih ada lokasi pengayaan yang harus dibongkar,” kata Netanyahu dalam sesi wawancara bersama CBS.

Hingga kini, blokade Iran di Selat Hormuz masih berlangsung dan mengakibatkan kenaikan harga energi dunia secara signifikan.

David Ilham

David Ilham

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Laba Kuartal I Saudi Aramco Tembus Rp 581 T, Lampaui Ekspektasi Analis

Laba Kuartal I Saudi Aramco Tembus Rp 581 T, Lampaui Ekspektasi Analis

Dedi Mulyadi: Membangun Tol Itu Mudah, Menanam Pohon Rimbun yang Sulit

Dedi Mulyadi: Membangun Tol Itu Mudah, Menanam Pohon Rimbun yang Sulit

Kasus Pemerasan Oknum Jaksa: Kuasa Hukum Serahkan Dua Ponsel Bukti

Kasus Pemerasan Oknum Jaksa: Kuasa Hukum Serahkan Dua Ponsel Bukti

Nadiem Makarim Tepis Dakwaan Korupsi Chromebook dalam Persidangan

Nadiem Makarim Tepis Dakwaan Korupsi Chromebook dalam Persidangan

Solusi BPH Migas Urai Antrean Panjang Solar Subsidi Balikpapan

Solusi BPH Migas Urai Antrean Panjang Solar Subsidi Balikpapan